<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331</id><updated>2011-07-07T16:56:21.258-07:00</updated><category term='poligami atau perzinahan...'/><title type='text'>Antara Lontong Dan Batu Nisan</title><subtitle type='html'>"Di balik wacana dan konfigurasi jati diri yang terkafani oleh realita Hidup sepanjang hari"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-3209872911429104830</id><published>2010-09-08T21:37:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T21:49:42.295-07:00</updated><title type='text'>Berdiri Di Atas Jepit Pak Tua</title><content type='html'>Akhirnya aku buka juga blogku ini, setelah lama ku nanti kehadiranku untuk kembali membuat cerita dan setelah sekian lama terbuai dengan rayuan gombal si Facebook, aku hadir dengan secarik kertas tulisan lama, namun belum pernah ku posting. mungkin inilah saatnya aku memberikan siraman baru demi eksistensinya dalam dunia penulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas bagiku tak amat menarik, bahkan sudah berkali-kali aku baca hingga bosan dan hapal di pikiranku. Berdiri di atas jepit pak tua adalah sekelumit cerita yang mungkin pembaca tak suka membacanya, atau bahkan gatal-gatal matanya melihat tulisanku ini, atau juga merinding, mencibir bahkan lebih-lebih menghina. tapi bagiku itu tak amat penting, yang terpenting adalah cerita demi cerita terurai bagai benang kusut yang lama kusutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba dimana aku harus terbang menjelajahi samudera yang gelap gulita ini, saat-saat dimana aku harus di manjakan oleh carut marut yang entah ciptaan siapa. aku tertunduk malu, seakan aku merasa bahwa dunia ini kejam telah memenjarakan aku tak seperti penjara saat aku tak tampak dulu. aku seperti roda bocor, yang tak perlu lagi di gunakan sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa semua harus terjadi? itulah tanyaku, semua terasa berat ku jalani. jika dulu aku bisa memilih hidup, aku pasti tak mau memilih hidup yang teramat tak jelas ku jalani ini. hidupku terasa membertakan, tak berguna bahkan entah seperti apa aku mengkiyaskan, agar semua tau bahwa aku tak juga berguna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-3209872911429104830?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/3209872911429104830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=3209872911429104830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/3209872911429104830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/3209872911429104830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2010/09/berdiri-di-atas-jepit-pak-tua.html' title='Berdiri Di Atas Jepit Pak Tua'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-2000560896860243040</id><published>2009-08-10T20:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T20:19:40.807-07:00</updated><title type='text'>dialektika tanpa bahasa</title><content type='html'>Sebuah manifesto besar mempengaruhi perkembangan dunia intelektual, semangat modernisme berkoar hingga kesudut-sudut pedesaan. Kota menjadi lahan yang asik sebagai pemicu gerak baru modern. Perubahan serentak menggema tanpa menyapa peradaban yang ada. Islam sebagai agama, bergerak melambai-lambai seakan umatnya tak lagi memperhatikannya. Padahal, diluar sana pertarungan ideologi baru banyak di munculkan dan saling mempengaruhi satu sama lain, sementara disisi yang lain semakin disibukkan dengan ikhtilaf dan gontok-gontokan semata, tanpa tahu mana yang salah dan mana yang benar, Itulah faktanya kondisi yang sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Melihat hal itu, peradaban manusia tentu akan carut-marut tak jelas arahnya, jika Agama tak memiliki peran yang besar dalam mempengaruhi peradaban individual itu. Disinilah, agama senantiasa melahirkan emosi dan dorongan untuk membentuk sebuah komunitas seiman. Agama hadir di tengah-tengah manusia dengan tawaran berbagai janji. Janji yang ditawarkan agama kepada manusia adalah untuk membangun masyarakat ideal, kehidupan yang lebih baik, beradab, aman, damai dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setiap agama itu memiliki aturan atau tata hukum masing-masing dalam memandang dan menafsirkan dunia sekitarnya serta mengonstruksi realitas dunia.&lt;br /&gt; Islam sebagai salah satu agama samawi yang di wahyukan Allah kepada Nabi Muhammad Saw adalah agama yang memiliki komitmen terhadap peradaban. Allah berfirman, “Jadilah engkau umat terbaik di tengah umat manusia, seraya menganjurkan kebaikan dan melarang keburukan dan senantiasa beriman kepada Tuhan” (QS Al-Imran[3]; 150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Komitmen tersebut seharusnya telah menjadi dasar yang paling fundamental dari seoang muslim. Menegakkan kebaikan dan memberantas segala kejahatan sebagai wujud komitmen keimanan kepada Allah. Namun, terkadang kita harus selalu dikejutkan dengan perilaku sang muslim yang justru melampaui batas kawajaran manusia. Oleh karena itu, kita mesti siap dan terbiasa menerima perbedaan dan perdebatan pendapat dikalangan muslim itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cara islam membangun hubungan agama dan negara dalam konteks negara modern masih dalam pencarian dan eksperimentasi. Memasuki zaman modern yang serba global ini, islam harus siap bertarung melawan arus modernisasi, bukan malah beradu mulut antar muslim melulu. Akibatnya, islam memiliki kelemahan dalam wadah spiritualitas keimanan yang di sebabkan karena pemahaman dan penafsiran yang senantiasa berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sikap kakuisme atau kolotisme, mau tidak mau, sadar tidak sadar masih menggandrungi khazanah pendidikan Islam. Seolah-olah, islam hanya dapat berkembang (dakwah) di dataran yang suci tok dan hanya dengan cara yang terkesan suciistik. Sehingga, islam tidak mampu bersaing melawan peradaban yang ada. Seyogyanya, islam dapat di aplikasikan dalam ruang, waktu bahkan bentuk apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Islam sangat universal, hal ini terletak pada bagaimana islam itu sendiri menjawab tantangan zaman. Islam merupakan sebuah peradaban besar yang mempu mengantongi dan apresiatif terhadap kebudayaan luar tanpa kehilangan akar tauhid dan semangat mencari ilmu walau dari manapun jua datangnya. Islam tidak harus muncul dari majelis taklim, masjid maupun pesantren, tapi Islam pun mampu muncul dari kalangan umum. Inilah kemudian yang disebut dengan dialektika kultural islam. Islam mampu berbahasa budaya, seni dan sastra (lokal), islam mampu mengekspresikan wacana keislamannya sesuai dengan gaya bahasa yang berlaku pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejatinya, inilah dialektika firman Allah yang kemudian di transformasikan dalam kaitannya dengan bahasa manusia. Meskipun bahasa paling mudah untuk dikemukakan, namun ia memiliki kelemahan yang serius. Islam sangat menjunjung tinggi nilai bahasa, sabda Tuhan yang tertulis itu, al- Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Begitu penting dan sucinya firman, sabda atau kalam yang dengannya Tuhan berkomunikasi dengan manusia, sehingga Tuhan memberi manusia alat untuk merespons sapaan-Nya berupa kemampuan berbahasa. Bahasa pada dasarnya identik dengan penalaran akal budi, yang dengannya manusia mengekspresikan dirinya serta membangun dunianya. Yang pertama dibangun manusia adalah dunia simbolik yang di rancang dengan tanda-tanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekali lagi, manusia (muslim) sudah sepantasnya membahasakan dialektika Firman Tuhan kedalam bahasa sekarang, yaitu bahasa peradaban. Bahasa yang sesuai dengan keadaan saat ini. Begitulah kiranya Allah menyapa semua hamba-Nya dari sudut hingga kesudut lain. Tinggalah bagaimana kita sebagai Muslim merespons aora positif dari sapaan-Nya melalui dakwah dalam peradaban sesuai bahasa dan dialektika masa kini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-2000560896860243040?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/2000560896860243040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=2000560896860243040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/2000560896860243040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/2000560896860243040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2009/08/dialektika-tanpa-bahasa.html' title='dialektika tanpa bahasa'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-6449465696942608386</id><published>2009-05-10T23:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T23:13:24.310-07:00</updated><title type='text'>makalah jual beli Fasid</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bai’ Fasid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ulama Hanafiyah membedakan jual beli fasid dan jual beli batal. Apabila kerusakan dalam jual beli itu terkait dengan barang yang dijual belikan, maka hukumnya batal. Seperti memperjual belikanbenda-benda haram. Tetapi, apabila kerusakan pada jual beli itu menyangkut harga barang dan boleh di perbaiki, maka jual beli itu dinamakan fasid . &lt;br /&gt; Akan tetapi Jumhur Ulama tidak membedakan antara jual beli yang fasid denagn jual beli yang batal. Menurut mereka jual beli itu terbagi dua, yaitu jual beli yang shahih dan jual beli yang batal. Apabila rukun dan syarat jual beli terpenuhi, maka jual beli itu sah. Sebaliknya, apabila salh satu rukun atau syarat jual beli itu tidak terpenuhi, maka jual beli itu batal .&lt;br /&gt; Diantara jual beli yang fasid, menurut Ulama Hanafiyah adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bai’ Majhul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa, majhul berarti yang tidak di ketahui . Sedangkan menurut istilah Syara’ adalah jual beli dimana barang yang dijual tidak diketahui secara menyeluruh dan tidak dinyatakan secara jelas sehingga menimbulkan sengketa .&lt;br /&gt;Jual beli Majhul ini harus dengan syarat kemajhulannya bersifat menyeluruh. Akan tetapi apabila kemajhulannya (ketidakjelasan) itu sedikit, jual belinya sah. Karena hal itu tidak membawa perselisihan, artinya pembeli sama sekali tidak mengetahui barang, baik itu bentuk maupun sifatnya, hukum juasl beli ini adalah fasid menurut pandangan Ulama Hanafiyah.&lt;br /&gt;Misalnya, seorang menjual buah melon, sedangkan konsumen itu tidak tahu buah melon itu seperti apa? Jual beli seperti ini di sebut bai’ Majhul. Atau misalnya, seorang dalam akadnya dengan konsumen menjual buah melon, tapi ketika penjual itu menunjukkan kepada konsumen, bukan buah melon melainkan buah semangka. Jual beli ini termasuk bai’ Majhul. Atau bai’ fasid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Hanafiyah menyatakan bahwa sebagai tolok ukur untuk unsur majhul itu diserahkan sepenuhnya kepada ‘Urf (kebiasaan yang berlaku bagi pedagang dan komoditi itu). Kemajhulan itu, disamping berkaitan dengan barang yang dibeli , boleh juga berkaitan dengan harga atau nilai tukar. Misalnya, nilai tukar itu palsu dan penjual tidak mengetahui unsur-unsur palsu dalam nilai tukar itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bai’ Muallaq ‘ala Syarthin&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Yaitu akad jual beli yang di gantungkan pada syarat tertentu, atau di gantungkan pada masa yang akan datang . Misalnya, “aku jual lemari ini, jika kamu menjual kepadaku motor milikmu”, atau “jika kamu membayar tunai harganya Rp 10.000, tetapi jika berhutang harganya Rp 15.000”. pada prinsipnya, seluruh Ulama Madzhab sepakat bahwa akad jual beli seperti ini tidak sah. Fuqoha Hanafiyah menyebut akadnya Fasid, didasarkan kepada hadits Rasulullah Saw. Dari abu Hurairah dan dari Amr ibn Syu’aib bahwasannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“rasulullah Saw melarang dua jual beli dalam satu akad dan dua syarat dalam satu bentuk jual beli”.&lt;br /&gt;Menurut Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah menyatakan jual beli bersyarat adalah batal. Sedangkan Imam Malik menyatakan jual beli bersyarat adalah sah, apabila pembeli diberi hak khiyar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bai’ al ‘Ain al Ghaibah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Bai’ al Ghaibah adalah jual beli barang yang wujud (ada) namun tidak dihadirkan ketika berlangsung akad, sehingga tidak dapat dilihat pembeli . Ulama Malikiyah membolehkan jual beli seperti ini, apabila sifat-sifatnya disebutkan dengan syarat sifat-sifat itu tidak akan berubah sampai barang itu diserahkan konsumen. Menurut Syafi’iyah, jual beli seperti ini tidak sah secara mutlak karena mengundang unsur Gharar, yakni unsur ketidakpastian jenis dan sifatnya.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Ulama Hanabilah mengatakan bahwa jual beli seperti ini sah. Namun, akadnya bersifat fasid dan pembeli mempunyai hak khiyar yaitu khiyar ru’yat .&lt;br /&gt;Dalam madzhab Hanabilah terdapat dua pandangan, jika barang tersebut tidak pernah dilihat oleh pihak pembeli dan tidak dijelaskan sifat-sifatnya hukumnya tidak sah. Tapi, jika pihak pembeli pernah melihatnya atau pihak penjual menyatakan secara jelas sifat dan kriterianya hukumnya sah , sebagaimana yang berlaku dalam akad jual beli saham.&lt;br /&gt;Jual beli ghaibah sama halnya dengan jual beli yang dilakukan oleh orang buta karena orang buta tidak melihat barang yang diperjual belikan. Menurut Fuqoha Hanafiyah, Malikiyah dan Hanabilah, jual beli orang buta hukumnya sah dan memiliki hak khiyar sepanjang ia dapat mengenali, seperti melalui perabaan atau penciuman .&lt;br /&gt;Menurut Syafi’iyah, jual beli orang buta tidak sah, kecuali ia sebelumnya pernah mengetahui barang yang hendak dibelinya dalam batas waktu yang tidak memungkinkanterjadinya perubahan atasnya. Hal ini dikarenakan bagi orang buta, barang yang diperjual belikan bersifat majhul .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rusyd, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bidayat al Mujtahid wa Nihayat al Muqtashid&lt;/span&gt; ., Cairo; Dar el Hadits, jilid 2.&lt;br /&gt;Ghufron A Mas’adi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fikih Muamalah Kontekstual&lt;/span&gt; ., Jakarta; Raja Grafindo Persada, 2002.&lt;br /&gt;Nasrun Haroen, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fiqh Muamalah&lt;/span&gt; ., Jakarta; Gaya Media Pratama, 2007.&lt;br /&gt;Abdurrachman al Jaziri, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kitab al Fiqh ‘ala Madzhab al Arba’ah&lt;/span&gt;.,Mesir; Nazhariyah al Kubra. jilid 2.&lt;br /&gt;Mahmud Yunus, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamus Arab-Indonesia&lt;/span&gt;.,Jakarta; Hida Karya Agung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-6449465696942608386?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/6449465696942608386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=6449465696942608386' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6449465696942608386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6449465696942608386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2009/05/makalah-jual-beli-fasid.html' title='makalah jual beli Fasid'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-4395173854307420349</id><published>2009-05-05T01:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T01:26:25.940-07:00</updated><title type='text'>Hadits Tentang Jumlah Takbir dalam Shalat Jenazah</title><content type='html'>عن ابي هريرة رضي الله عنه ان رسول الله صل الله عليه وسلم : نعئ للنا س النجا شئ فئ اليؤم الذي مات فيه , فخرج بهم الي المصلئ و كبر اربع تكبيرا (رواه المسلم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, berkata, “Rasulullah mengabarkan kematian Najasyi (gelar bagi raja habasiyah) kepada orang-orang pada hari kematiannya, lalu beliau pergi bersama mereka menuju tempat shalat untuk menshalatkannya, dan beliau bertakbir empat kali“  (HR.MUSLIM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits diatas terdapat kata na’aa, maksudnya beritakan kepada mereka tentang kematiannya, dan Najasyi adalah : gelar bagi seseorag raja Habasiyah yang shalih dan percaya kepada Nabi Muhammad Saw. raja ini barnama Ashamah.&lt;br /&gt;Selain hadits diatas terdapat juga hadits lain yang didalamnya menerangkan  bahwasannya ada juga yang ketika ia melakukan shalat jenazah itu bertakbir sampai lima kali. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.&lt;br /&gt;عن عبد الرحمن ابن ابي ليلي قال: كان زيد يكبر علي جنائزنا اربعا, وانه كبر علي جنازة خمسا فساءلته فقال: كان رسول الله صلي الله عليه وسلم يكبرها (رواه المسلم)     &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;              Abdurrahman bin Abu Laila, dia berkata, “Zaid bertakbir empat kali, ketika menshalatkan sebagian mayat kami, dan ia pernah bertakbir  lima kali ketika menshalatkan mayat yang lain. saya bertanya hal tersebut kepadanya, dan dia menjawab, “Rasulullah saw pernah melakukannya“  (HR.MUSLIM)&lt;br /&gt;Dari kedua hadits diatas terdapat perbedaan mengenai jumlah takbir dalam shalat jenazah, namun para fuqaha banyak mengikuti hadits yang menyatakan jumlah takbir dalam dalam shalat jenazah itu empat kali, alasannya adalah Hadits yang menjelaskan Nabi bertakbir lima kali lebih sedikit di banding dengan Hadits yang menyatakan Nabi bertakbir sebanyak empat kali. Hal ini di perkuat berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yaitu:&lt;br /&gt;وقا ل حميد : صلي بنا ا نس فكبر ثلا ثا ثم سلم, فقيل له: فا ستقبل القبلة ثم كبر الرا بعة ثم سلم&lt;br /&gt; (رواه البخا ري) &lt;br /&gt;Humaid berkata, “ Anaz shalat (jenazah) bersama kami, dia bertakbir sebanyak tiga kali, lalu salam kemudian hal itu diberitahukan kepadanya, maka dia segera menghadap kiblat, bertakbir yang keempat, kemudian salam.”  (HR. IMAM BUKHARI)&lt;br /&gt;Al Hafidz ibnu Hajar berkata, “Aku tidak melihat riwayat tersebut secara bersambung dari Humaid, tapi Abdurrazaq telah meriwayatkannya dari Ma’mar dari Qatadah dari Humaid, dan menurutku sanadnya shahih”.&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain, yaitu seperti yang di riwayatkan oleh muttafaqah ‘alaih, bahwasannya Nabi melakukan shalat jenazah dan bertakbir sebanyak empat kali:&lt;br /&gt;حديث جا بر بن عبد الله رضي الله عنهما ان رسول الله صلي الله عليه و سلم صلي علي اصحمة النجاشي فكبر عليه اربعا                                                                                                                                               &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhuma, dia telah berkata, “Rasulullah saw mendirikan shalat diatas jenazah Ashamah An-Najasyi. beliau bertakbir empat kali” .&lt;br /&gt;Dari beberapa Hadits diatas menyebutkan bahwa dalam shalat jenazah Nabi melakukan takbir sebanyak empat kali, adapun hadits yang menyebutkan bahwa Nabi bertakbir sebanyak lima kali tidak banyak diikuti di kalangan Ulama (fuqaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Setelah melihat lebih jauh dari hadits-hadits diatas baik yang diriwayatkan oleh Imam Muslim maupun Imam Bukhari bahwasanya jumlah takbir dalam shalat jenazah itu berjumlah empat kali. Hal itulah yang mendasari banyak para Ulama melakukan takbir dalam shalat jenazah sebanyak empat kali, adapun tatacaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Takbir pertama, (takbiratul ihram) diteruskan membaca al-fatihah.&lt;br /&gt;2. Takbir  kedua, diteruskan membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;3. Takbir ketiga, diteruskan membacakan do’a untuk  jenazah. Yaitu membaca do’a.&lt;br /&gt;اللهم اغفر له وار حمه و عا فيه وا عف عنه                                                                            &lt;br /&gt;4. Dan takbir yang terakhir atau yang keempat, juga diteruskan membaca do’a untuk jenazah. Yaitu:&lt;br /&gt;اللهم لا تحرمنا ا جره ولا تفتنا بعد ه وا غفر لنا و له                                                                                 &lt;br /&gt;Demikianlah uraian yang dapat kami sampaikan, semoga dapat memberikan kontribusi dalam menambah khazanah intelektual kita dalam mata kuliah Hadits ahkam. Sudah sepastinya dalam penyajian makalah kami memiliki banyak kekurangan, karena keterbatasan kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-4395173854307420349?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/4395173854307420349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=4395173854307420349' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4395173854307420349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4395173854307420349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2009/05/hadits-tentang-jumlah-takbir-dalam.html' title='Hadits Tentang Jumlah Takbir dalam Shalat Jenazah'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-6519816871358604143</id><published>2009-05-05T01:23:00.001-07:00</published><updated>2009-05-05T01:36:49.347-07:00</updated><title type='text'>Thariqoh Ushul Fiqh dan Spesifikasinya</title><content type='html'>Dalam perkembangan ilmu Ushul fiqh, muncullah banyak perbedaan dalam menggali hukum islam. Perbedaan itu pula yang menjadikan munculnya teori atau sistem (thariqoh) di kalangan imam-imam Mujtahidin dalam menggali hukum islam tersebut, sehingga muncullah aliran-aliran atau sistem (thariqoh) ushul fiqh.&lt;br /&gt; Pada awalnya dua thariqoh yang muncul setelah masa Imam al Syafi’i, yaitu thariqoh Mutakallimin atau yang di sebut juga dengan Jumhur Ushuliyyin (thariqoh Syafi’iyah) dan thariqoh Hanafiyah . Namun, setelah munculnya kedua thariqoh tersebut kemudian muncul thariqoh Muta’akhirin yaitu thariqoh yang menggabungkan kedua thariqoh tersebut diatas.&lt;br /&gt; Dari ketiga thariqoh diatas, akan coba kami paparkan secara spesifik sebagai berikut;&lt;br /&gt;1. Thariqoh al Mutakallimin.&lt;br /&gt;Thariqoh ini di kenal dengan thariqoh Syafi’iyah, pola pemikiran dalam thariqoh ini adalah, bahwa dalam menetapkan kaidah ushul, mereka tidak terikat kepada penyesuaian furu’ . Dalam membangun teori ini, mereka menetapkan kaidah-kaidah dengan alasan yang kuat, baik dari naqli (al Qur’an dan as Sunnah) maupun dari ‘Aqli (akal pikiran), tanpa di pengaruhi masalah-masalah furu’ (masalah keagamaan yang  tidak pokok) dari berbagai Madzhab, sehingga teori tersebut adakalanya sesuai furu’ dan adakalanya tidak. Setiap permasalahan yang diterima akal dan didukung oleh dalil naqli dapat dijadikan kaidah, baik kaidah itu sejalan dengan furu’ madzhab maupun tidak, sejalan dengan kaidah yang telah ditetapkan imam Madzhab atau tidak, artinya mereka membangun ushul fiqh secara teoritis .&lt;br /&gt;Thariqoh ini dinamai dengan thariqoh Mutakallimin karena metode pembahasannya berdasarkan Nazhari, tidak terikat dengan madzhab tertentu dan sebagian besar pengarang ushul fiqh menggunakan sistem ini adalah dari para Ulama Mutakallimin (ulama tauhid) . Sehingga aspek-aspek bahasa sangat dominan dalam pembahasan ushul fiqh mereka. Misalnya, masalah Tahsin (menganggap sesuatu perbuatan itu baik dan dapat dicapai oleh akal atau tidak) dan taqbih (mengangap sesuatu itu buruk dan dapat di capai oleh akal atau tidak) .&lt;br /&gt;Pada dasarnya thariqoh ini lebih mengikuti manhaj (metode) imam al Syafi’i, yaitu lebih mengedepankan dalil naqli ketimbang dalil ‘aqli. Sebagaimana imam al Syafi’i, thariqoh ini memposisikan al Qur’an sebagai nash pertama, kemudian disusul dengan as Sunnah di posisi kedua. Seperti telah di jelaskan di atas, bahwa setiap permasalahan yang diterima akal dan di dukung oleh dalil naqli dapat di jadikan kaidah, walaupun dalil naqli itu bersumber dari hadits ahad . Hal ini dikarenakan imam al Syafi’i lebih mengedepankan hadits ahad daripada rasio, meskipun hal ini banyak di kritik oleh berbagai kalangan.&lt;br /&gt;Adapun kitab-kitab yang di tulis menurut thariqoh al Mutakallimin atau Syafi’iyah adalah :&lt;br /&gt;a. Kitab al Umdah oleh al Qadhi Abd Jabbar al Mu’tazily, wafat tahun 415 H.&lt;br /&gt;b. Kitab al Mu’tamad oleh Abi Husain al Bashri al Mu’tazily, wafat tahun 463 H.&lt;br /&gt;c. Kitab al Burhan oleh Abi al ma’ali Abd Malik bin Abdillah al Juwaini yang di beri gelar imam al Haramain, wafat tahun 487 H.&lt;br /&gt;d. Kitab al Mustashfa oleh Abu Hamid al Ghazali, wafat tahun 505 H&lt;br /&gt;Kemudian kitab-kitab tersebut diringkas oleh ulama-ulama sesudah mereka, yaitu:&lt;br /&gt;a. Kitab al Makhsul oleh Fachruddin al Rozi, wafat tahun 606 H.&lt;br /&gt;b. Kitab al Ihkam Fi Ushuli al Ahkam oleh Abu Hasan al Amidi, wafat tahun 631 H .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Thariqoh al Hanafiyah.&lt;br /&gt;Thariqoh ini dikenal juga dengan thariqoh Fuqoha, kerena thariqoh ini dalam membangun teori ushul fiqhnya banyak di pengaruhi masalah furu’ dalam madzhab mereka . Dalam menetapkan teori tersebut, apabila terdapat pertentangan antara kaidah yang ada dengan hukum furu’, maka kaidah tersebut di ubah dan disesuaikan dengan hukum furu’ tersebut. Oleh sebab itu, thariqoh ini berupaya agar kaidah yang mereka susun sesuai dengan hukum-hukum furu’ yang berlaku dalam madzhabnya, sehingga tidak satu kaidahpun yang tidak bisa diterapkan. Artinya, mereka tidak membangun suatu teori kecuali setelah melakukan analisis tehadap masalah-masalah furu’ yang ada dalam madzhab mereka . Apabila suatu kaidah bertentangan dengan furu’, maka mereka berusaha untuk mengubah kaidah tersebut dan membangun kaidah lain yang sesuai dengan masalah furu’ yang mereka hadapi. Misalnya, mereka menetapkan kaidah bahwa “dalil yang umum itu bersifat Qath’i (pasti)”. Akibatnya, apabila terjadi pertentangan dalil umum dengan hadits ahad (bersifat zhanni), maka dalil yang umum itu yang diterapkan, karena hadits ahad hanya bersifat zhanni (relatif), sedangkan dalil umum tersebut bersifat qath’i; yang qath’i tidak bisa dikalahkan dan dikhususkan oleh yang zhanni.&lt;br /&gt;Adapun kitab-kitab yang ditulis menurut thariqoh Hanafiyah antara lain adalah:&lt;br /&gt;a. Kitab Ushul Abi al Hasan al Kurkhy, wafat tahun 340 H, inilah kitab yang pertama disusun dengan sistem thariqoh Hanafiyah .&lt;br /&gt;b. Kitab al Jashash Abi Bakar al Rozi, wafat tahun 370 H .&lt;br /&gt;c. Kitab Ta’sis al Nadzhar oleh Abi Zaid ad Dabbusi, wafat tahun 430 H.&lt;br /&gt;d. Kitab Tamhid al Fushul fi al Wushul oleh Syamsu al Aimah Muhammad bin Ahmad al Sarakhsy, wafat tahun 483 H .&lt;br /&gt;e. Kitab Ushul Fakhri al Islam Ali bin Muhammad al Bazdhawi, wafat tahun 483 H. Kitabnya dinamai dengan Ushul al Bazdhawi .&lt;br /&gt;f. Kitab al Manar oleh Hafizh al Din al Nasafy, wafat tahun 790 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Thariqoh al Muta’akhirin.&lt;br /&gt;Pada abad ke- 7 H, para ulama mengarang kitab ushul fiqh dengan menggabungkan antara thariqoh Mutakallimin dengan thariqoh Hanafiyah. Para ulama-ulama ini mentahqiq kaidah-kaidah ushuliyah dari kedua thariqoh itu serta meletakan dalil dan argumentasinya serta menerapkannya pada furu’ fiqhiyah. Ulama-ulama yang menempuh sistem ini adalah sebagian dari Fuqoha Hanafiyah dan Syafi’iyah. Thariqoh ini di namai dengan thariqoh al Muta’akhirin karena munculnya setelah ada thariqoh al Mutakallimin dan thariqoh al Hanafiyah .&lt;br /&gt;Adapun kitab-kitab yang ditulis dengan sistem al Muta’akhirin adalah :&lt;br /&gt;a. Kitab Badi’ al Nizham oleh Muzhafir al Din Ahmad bin Ali al Sa’ati al Hanafy, wafat tahun 694 H. Ia telah memadukan dalam kitab ini antara kitab “Ushul al Bazdhawi” dari madzhab Hanafi dan kitab “Ushul al ihkam” dari madzhab al Syafi’i.&lt;br /&gt;b. Kitab Tanqih al Ushul oleh Shodru al Syari’ah Ubaidillah bin Mas’ud al Bukhari al Hanafi, wafat tahun 747 H. Ia juga menulis kitab Taudhih sebagai syarah dari kitabnya itu. Dalam kitab Taudhih ini , ia meringkas tiga kitab yaitu kitab Ushul al Bazdhawi al Hanafi, kitab al Maushul karangan al Rozi al Syafi’i dan kitab al Mukhtasar oleh Ibnu Hajib al Maliki.&lt;br /&gt;c. Kitab Jam’ul jawami’ oleh Taj al Din al Subki al Syafi’i, wafat tahun 771 H.&lt;br /&gt;d. Kitab al Tahrir oleh al Kamal bin Hammam al Hanafi, wafat tahun 861 H.&lt;br /&gt;e. Kitab Musallam al Tsubut oleh Muhibbullah bin Abd Syukur al Hindi, wafat tahun 1119 H. Inilah kitab paling baik dari Thariqoh al Muta’akhirin.&lt;br /&gt;Pada abad ke-8 H, muncul Imam Abu Ishaq Ibrahim bin Musa al Syathibi (w. 790 H) dengan kitabnya al Muwafaqat fi al Ushul al Syari’ah. Dalam kitab ini membahas ushul fiqh dengan menguraikan berbagai kaidah yang berkaitan dengan aspek-aspek kebahasaan, ia juga mengemukakan Maqashid al Syari’ah. Kitab ini oleh para ahli ushul fiqh kontemporer di anggap sebagai kitab ushul fiqh yang komprehensif dan akomodatif untuk zaman sekarang .&lt;br /&gt;Kemudian pada abad ke- 13 dan seterusnya muncul banyak kitab-kitab ushul fiqh dari ulama kontemporer yang menambah nuansa khazanah dalam bidang ushul fiqh dengan bahasa yang mudah di pahami dan jelas maknanya. Diantara kitab-kitab ushul tersebut adalah :&lt;br /&gt;a. Kitab Irsyad al Fuhul Ila Tahqiq al Haq min ‘Ilmi al Ushul oleh Muhammad bin Ali bin Muhammad al Syaukani, wafat tahun 1255 H.&lt;br /&gt;b. Kitab Ushul fiqh oleh Syaikh Muhammad Khudhari Bek, wafat tahun 1345 H.&lt;br /&gt;c. Kitab Tahsil al Wushul ila ‘Ilmi al Ushul oleh Syaikh Muhammad Abd Rahman Abd al Mahlawi.&lt;br /&gt;d. Kitab ‘Ilmu Ushul al Fiqh oleh Syaikh Abd Wahhab Khallaf.&lt;br /&gt;e. Kitab Ushul fiqh oleh Syaikh Muhammad Abu Zahrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Zahrah, Muhammad, Ushul al Fiqh, Cairo; Dar al Fikr&lt;br /&gt;Arif, Mahmud, Pendidikan Islam Transformatif, Yogyakarta; LkiS, 2008&lt;br /&gt;Haroen, Nasrun, Ushul Fiqh I, Jakarta; Logos, 1997&lt;br /&gt;Tahido Yanggo, Huzaemah, pengantar perbandingan Madzhab, Jakarta; Logos, 1997&lt;br /&gt;Zuhaili, Wahbah, al Wajiz fi al Ushul al Fiqh, Beirut; Dar al Fikr, 1995&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-6519816871358604143?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/6519816871358604143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=6519816871358604143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6519816871358604143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6519816871358604143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2009/05/thariqoh-ushul-fiqh-dan-spesifikasinya.html' title='Thariqoh Ushul Fiqh dan Spesifikasinya'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-7281154804002688245</id><published>2009-04-07T23:24:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T00:02:56.370-07:00</updated><title type='text'>Kajian Tassawuf dalam Tarekat Qadiriyah</title><content type='html'>Manusia dalam Tasawuf&lt;br /&gt;Oleh; Muhammad Khoeroni Rosyid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia di ciptakan Allah dalam dua unsure yaitu; RUH dan JASAD, dan keduanya berhajat pada makan dan minum dsb.&lt;br /&gt;Makanan jasmani seperti; Nasi, roti, sayur-mayur dsb. Sedang makanan rohani seperti; Ilmu, ibadah, ma’rifatulloh dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpenampilan bagus dapat menarik perhatian orang lain sehingga orang memandangnya dengan penuh penghargaan yang dalam. Begitu pula orang yang berbudi luhur yang baik, berilmu tinggi serta Taqwa, maka ia pun Akan di hormati dan di pandang orang dengan penuh hidmat, bahkan meskipun orang tersebut sudah meninggal sekalipun, kuburnya akan banyak di ziarohi oleh orang. Itu artinya keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani sangat di perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tingkatan Jiwa Manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa atau nafsu (naluri) manusia memiliki tingkatan sebagai berikut;&lt;br /&gt;1. Bahimiah (hewan)&lt;br /&gt;Orang yang demikian hidupnya tak ubah dengan hewan yang hanya suka makan, minum dan beranak&lt;br /&gt;2. Sabbu’iyah (buas)&lt;br /&gt;Jiwa ini memiliki hobi untuk mengalahkan orang lain, berkelahi dan membuat takut orang lain.&lt;br /&gt;3. Syaithoniah (syetan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa ini suka menjerumuskan, mengadu domba, iri, dengki, menghasut, pengecut serta bikin onar lainnya.&lt;br /&gt;4. Malakaniah (malaikat).&lt;br /&gt;Jiwa ini cenderung taat dan patuh tanpa sedikit pun mau durhaka kepada Allah.&lt;br /&gt;5. Illahiah (sifat Tuhan).&lt;br /&gt;Jiwa ini merupakan jiwa yang paling indah karena jiwa ini cenderung pemurah, penyayang, pengampun, bijaksana, adil, pemberi, berilmu dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sifat-sifat Jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari tingkatan jiwa manusia diatas dapat mempengaruhi sifat jiwa (nafsu) yang akan bersifat sesuai dengan tingkatannya. Adapun tingkatan itu ada tujuh;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amarah (pemarah).&lt;br /&gt;Kedudukan/ tempatnya; diantara dua alis mata dan hidung yang dinamakan LATIFAH AN NAFSI (halusnya otak)&lt;br /&gt;Sifat-sifatnya; bahil (kikir), Loba (rakus), Hasad (dengki), Kibir, Sahwat, Marah dan jahil.&lt;br /&gt;2. Lawamah (pemalas).&lt;br /&gt;Kedudukan/ tempatnya; di lambung kiri luar/ kalbu&lt;br /&gt;Sifat-sifatnya; memaki, mencela, maker, ujub, mengumpat, pamer, dzolim, dusta serta lalai.&lt;br /&gt;3. Milhamah.&lt;br /&gt;Kedudukannya/ tempat; dilambung kanan luar/ ruh.&lt;br /&gt;Sifat-sifatnya; derma, terima, arif, rendah hati, taubat, sabar dan tahan uji.&lt;br /&gt;4. Muthmainnah (tenang).&lt;br /&gt;tempatnya di lambung kiri/ sirri.&lt;br /&gt;sifatnya; sangat dermawan, tawakal, ibadah, syukur, ridlo, takut siksa.&lt;br /&gt;5. Mardliyah (di ridloi).&lt;br /&gt;tempatnya; lambung kanan dalam/ khofi.&lt;br /&gt;Sifatnya; baikbudi, bergantung hanya kepada Allah, lembut terhadap makhluk, senang terhadap kebaikan, mengampuni segala kesalahan, suka menolong yang sesat.&lt;br /&gt;6. Kamilah (sempurna).&lt;br /&gt;Tempatnya di tengah-tengah dada/ akhfa.&lt;br /&gt;Sifatnya; alim, fathonah, yakin&lt;br /&gt;7. Rodliyah ( ridlo).&lt;br /&gt;Tempatnya seluruh badan/ qollab atau sirru sirri&lt;br /&gt;Sifatnya; jariah, zuhud, ikhlas, riyadloh, berfikir, menepatio janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tingkatan akal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan akal dapat di bagi menjadi lima tingkatan yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan memiliki pekerjaan sendiri-sendiri;&lt;br /&gt;1. Khoyal.&lt;br /&gt;Dapat menerima apa-apa yang di tangkap oleh pancaindera.&lt;br /&gt;2. Khafidzoh.&lt;br /&gt;Dapat menangkap dan menyimpan apa-apa yang di tangkap khoyal.&lt;br /&gt;3. Waham.&lt;br /&gt;Dapat berangan-angan dan merencanakan sesuatu yang belum pernah di tangkap pancaindera.&lt;br /&gt;4. Dzakiroh.&lt;br /&gt;Dapat menyimpan dan mengingat apa-apap yang di angankan dan mengingat apa yang di rencanakan oleh waham.&lt;br /&gt;5. Fikroh.&lt;br /&gt;Dapat membayangkan, merencanakan, mengatur, menimbang, memperhitungkan serta melaksanakan yang ada pada Khoyal, Khafidzoh, waham dan dzakiroh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-7281154804002688245?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/7281154804002688245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=7281154804002688245' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7281154804002688245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7281154804002688245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2009/04/manusia-dalam-tasawuf-oleh-muhammad.html' title='Kajian Tassawuf dalam Tarekat Qadiriyah'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-7272928326496961536</id><published>2009-04-03T06:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T06:41:07.355-07:00</updated><title type='text'>Kiai dan Pesantren dalam persaingan baru</title><content type='html'>Realitas kiai dan pesantren;&lt;br /&gt;Antara kultur dan modernisme.&lt;br /&gt;Oleh; Muhammad Khoeroni Rosyid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Kiai dalam Masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebudayaan Jawa, mengenal adanya perbedaan status sosial baik pribadi-pribadi mereka maupun hubungan sosial di kalangan orang Jawa itu sendiri. Ini telah menjadi norma yang mengatur kehidupan dan cara hidup di kalangan orang Jawa. Status sosial ini dapat di tentukan secara luas oleh usia, kekayaan, pendidikan dll. Dalam hubungan masyarakat inilah, orang yang lebih muda, misalnya, harus menghormati orang yang lebih tua, sebagaimana orang yang kaya akan mendapatkan penghormatan dari orang miskin. Demikian juga, orang yang memiliki pendidikan yang tinggi akan mendapatkan penghormatan dari orang yang lebih rendah pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Budaya sosial dikalangan orang jawa ini telah di kenal sejak dini, mereka mencoba mewariskannya kepada anak cucu mereka agar dapat mengikuti praktek norma yang berlaku tersebut. Konsep orang Jawa seperti ini sengaja di refleksikan dengan tingkah dan perilaku yang ideal, yang harus di penuhi oleh orang Jawa. Budaya “malu” telah mendorong orang Jawa untuk patuh mengikuti konsep ideal tersebut. Apabila ada seorang yang melanggar norma tingkah laku seperti itu akan merasa malu karena tidak memenuhi etika yang berlaku, misalnya, seorang penduduk desa yang memiliki tingkat pendidikan rendah, tidak menghormati orang yang berpendidikan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Melihat dari konsep etika yang telah mendarah daging itu, tentu posisi kiai dalam status sosial memiliki tingkat yang lebih tinggi pula, di banding dengan orang lokal yang awam, artinya kiai lebih mendapatkan penghormatan dan terhormat. Karena kiai mempunyai peran yang strategis, selain sebagai Ulama kebanyakan kiai juga merupakan keturunan dari orang kaya yang mempunyai tanah yang luas dan di gunakan sebagai pusat pendidikan. Hal inilah menjadikannya orang yang terhormat dan mendapatkan penghormatan yang tinggi dari masyarakat, secara otomatis kiai di jadikan sebagai panutan bagi masyarakat pada umumnya. Keberhasilannya dalam kepemimpinan ini menjadikannya semakin kelihatan sebagai orang paling berpengaruh, yang dengan mudah dapat menggerakan aksi sosial. Dengan status yang seperti ini, dawuh seorang kiai lebih dapat diterima ketimbang dawuh orang lokal. Oleh karena itu, kiai telah lama menjadi elite yang sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penting di tambahkan disini bahwa seorang kiai sering di anugerahi kemampuan yang luar biasa, yang jarang terjadi pada umat Muslim awam. Kemampuan luar biasa ini dapat di temui setelah atau bahkan sebelum memulai kekiaiannya, yaitu ketika masih nyantri  di pesantren tertentu. Kemampuan luar biasa ini kemudian umum di kenal di kalangan pesantren maupun masyarakat setempat dengan sebutan “ilmu laduni”, yakni pengetahuan yang didapat tanpa belajar . Pengetahuan seperti ini, menjadikan pembenaran (legitimasi) bagi kepemimpinan seorang kiai. Oleh karena itu, dapat di pahami bahwa kiai merupakan pemimpin dalam masyarakat yang kharismatik, karena ia di yakini sebagai pemegang kekuasaan suci yang membuatnya sangat berbeda dengan masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kharisma yang terpancar dari seorang kiai menjadikan keterikatan masyarakat dengan relasi keagamaannya sangat erat. Disamping karena kiai juga sebagai penolong bagi para penduduk dalam memecahkan masalah, yang tidak terbatas hanya pada masalah-masalah mereka atau yang tidak hanya terbatas pada masalah spiritual tetapi juga mencakup masalah kehidupan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bila dicermati, status sosial yang tinggi, yang di miliki seorang kiai bukan semata-mata terdapat di kebudayaan Jawa tok. Melainkan di seluruh penjuru Dunia Islam memposisikan Ulama sebagai pemimpin, atau dengan kata lain posisi Ulama lebih terhormat di banding posisi yang bukan Ulama. Posisi terhormat kiai pada dasarnya berasal dari fakta bahwa Islam menekankan pentingnya pengetahuan bagi umat Islam. Dalam al-Qur’an dan Hadits, di tekankan betapa pentingnya mencari pengetahuan dan bahwa seorang Muslim mempunyai status yang lebih tinggi di hadapan Alloh. Pandangan ini melahirkan sebuah budaya  yang menghargai Ulama karena ia adalah orang yang menjadi rujukan umat Muslim untuk mendapatkan pengetahuan dari Ulama tersebut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masih banyak lagi alasan yang melandasi status sosial kiai menjadi terhormat di kalangan masyarakat umum. Misalnya, budaya mengharapkan Barokah, karomah atau ijazah wirid dari kiai juga menjadikan kiai itu sangat di segani. Masyarakat sangat meyakini kalau kiai adalah orang yang sangat dekat dengan Alloh. Tidak heran jika ada seorang yang datang bertamu kepada kiai hanya untuk meminta Do’a atau hanya sekedar meminta air yang sudah di do’akan sang kiai. Atau contoh lainnya misalnya, budaya mencium tangan kiai yang terkesan berlebihan, dengan niat mengharapkan barokah kiai. Inilah yang membuktikan kedekatan emosional, yang menjadikan kiai banyak menjadi panutan mayarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kiai dan pesantren sebagai pusat peradaban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sudah menjadi budaya dalam Dunia Islam, apabila seorang Ulama yang memiliki pengetahuan, untuk membuat sebuah lembaga kegamaan di bawah asuhan Ulama itu . Lembaga keagamaan itulah yang kemudian menjadi pusat peradaban umat Islam untuk membumikan pengetahuan keIslamannya. Lembaga tersebut di Indonesia secara kultur disebut dengan pesantren. Pesantren adalah wadah dimana para murid (santri) mendalami Ilmu agama, bukan hanya mendalami bahkan sekaligus mempraktekan pengetahuan yang di dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak semua kiai memiliki pesantren, namun yang jelas dalam pembahasan ini adalah bahwa kiai yang memiliki pesantren mempunyai pengaruh yang lebih besar daripada kiai yang tidak memilikinya. Pengaruh ini yang menjadikan peradaban Islam berkembang pesat di Indonesia, khususnya di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, kiai dan pesantren memiliki pola hierarki bahwa kenyataannya keulamaan diwariskan secara turun temurun (genealogis). Pada akhirnya, kharisma kiai tergantung kepada kharisma ayah dan para pendahulunya yang lain, dan selain itu, biasanya di pengaruhi juga oleh kharisma gurunya. Namun demikian, pengakuan masyarakat memiliki peran yang lebih menentukan berkaitan dengan keulamaan seseorang, daripada sekedar faktor genealogis. Seorang santri yang telah mumpuni dan menginginkan untuk mendirikan pesantren namun tidak berasal dari keluarga kiai, misalnya, akan sulit untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat. Namun bukan berarti bahwa seorang yang bukan berasal dari keluarga kiai tidak bisa menjadi seorang kiai yang memiliki pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, satu-satunya jalan bagi “orang awam” yang berilmu untuk dapat diakui sebagai kiai adalah dengan menjadi murid kesayangan seorang kiai, kemudian menjadi menantunya dan akhirnya menjadi penggantinya. Ini bukanlah kejadian yang sangat langka, karena tidak semua kiai mempunyai anak laki-laki yang berminat atau mampu melanjutkan tradisi keluarganya dalam pendidikan agama. Seorang kiai yang tak mempunyai anak laki-laki, yang akan di jadikan penerusnya akan lebih memilih putra kiai lain untuk menjadi menantunya, tetapi kalau tidak ada akan mengambil seorang santri yang cerdas dari kalangan awam yang dapat di harapkan menjadi penerusnya. Ideologi inilah yang tampaknya menjadikan keluarga pesantren sebagai sebuah kasta tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tidak ada kiai besar dari generasi sekarang yang memiliki pengetahuan agama yang dapat menyamainya atau bahkan sekedar mempunyai minat kepada ilmu-ilmu agama sebagai disiplin ilmunya . Banyak juga kiai yang mengirim anaknya kesekolah-sekolah umum, bukan pesantren. Sehingga tidak heran, banyak pula anak kiai yang menjadi dokter, ahli hukum maupun usahawan daripada menjadi seorang Ulama. Lalu, apa jadinya jika putra maupun putri kiai lebih menyukai dunia umum daripada dunia pesantren?&lt;br /&gt;Kiai dan Pesantren; antara Kultur dan Modernisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah di singgung di atas, bahwa kiai merupakan figur pemimpin yang sangat dipercaya oleh masyarakat begitu juga pesantren, yang merupakan basis untuk mencetak ilmu pengetahuan agama. Kiai dan pesantrennya di jadikan simbol peradaban Islam di dataran Jawa khususnya. Hal ini tentunya yang menjadikan kiai mempunyai tanggung jawab moral yang besar untuk memberi jawaban atas kegelisahan masyarakat.&lt;br /&gt;Awal menyentuhnya Islam di pulau Jawa sangat erat kaitannya dengan tradisi dan budaya (kultur). Kultur yang dikembangkan ini menjadi metode para Wali yang tergabung dalam Walisongo, kemudian di teruskan oleh para kiai yang banyak di kenal dengan Ulama salaf (klasik), yakni Ulama yang memegang teguh ajaran Rasul dan tradisi (‘Urf) sebagai jembatan untuk perkembangan Islam. Seperti yang selalu menjadi jargon kiai salaf ini adalah “Mengambil tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik”, dengan metode ini para kiai dapat langsung diterima oleh masyarakat. Pendidikan kiai yang demikian memberikan makna bahwa Islam bukanlah agama yang mempersulit umatnya, berbeda dengan Muslim yang lebih mengembangkan istilah “Bid’ah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren merupakan garda depan pendidikan Islam. Pesantren adalah bagian penting kehidupan kiai, karena ia merupakan tempat untuk mengembangkan ajaran dan pengaruhnya melalui pendidikan secara tradisional. Dalam pendidikan pesantren itu kiai mempunyai metode (teknik) dalam mengajar, tetapi yang paling umum adalah bandongan dan sorogan. Bandongan adalah jenis pengajaran yang di lakukan oleh kiai maupun santri seniornya. Ini seperti kuliah yang di hadiri oleh sejumlah besar santri. Sistem ini hanya memberikan pengajaran rutin harian kepada para santri, dimana kiai dan santri senior membacakan karya-karya Ulama terdahulu dengan menerjemahkannya kedalam bahasa lokal dan memberikan penjelasan tentangnya. Kitab yang dikaji pun memiliki ciri khas tersendiri yaitu kertasnya berwarna kuning, inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan kitab kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem bandongan berbeda dengan sistem sorogan. Dalam bandongan,  santri dianggap sudah seluruhnya mengetahui tata bahasa Arab dan al Qur’an. Sebaliknya, sorogan diberikan kepada siapa saja yang ingin mendapatkan penjelasan yang lebih detil tentang berbagai masalah yang dibahas dalam sebuah kitab. Acara sorogan biasanya hanya dihadiri lima hingga sepuluh santri, di mana yang memberikan penjelasan sering kali adalah santri senior yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam masalah-masalah tertentu. Sistem ini bertujuan untuk memberikan pelatihan khusus kepada santri dan membantu mereka mengembangkan pengetahuan dan keahlian tertentu .&lt;br /&gt;Pesantren merupakan pusat pendidikan tertua di Indonesia, sebelum sistem pendidikan modern diperkenalkan oleh Belanda. Bahkan sampai sekarang, pesantren di Indonesia masih memainkan perannya sebagai pusat pembelajaran, meski harus bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah muncul istilah baru, yaitu pesantren tradisional dan pesantren modern. Pesantren tradisional (salaf) yaitu pesantren yang masih memprioritaskan aspek pengetahuan agama dengan membedah kitab-kitab kuning, dan santri dituntut untuk dapat mengetahui dan memahami isi kitab tersebut berdasarkan tata bahasa Arab (Nahwu dan Sharaf) yang baik dan benar. Sebaliknya, pesantren modern lebih memprioritaskan pendidikan formal (sekolah modern) dengan menguasai bahasa Arab maupun Inggris dengan lancar tanpa mengindahkan Grammar ataupun Nahwu Sharafnya.&lt;br /&gt;Persaingan ini tentu yang menjadikan banyak alasan para kiai untuk mengirimkan anaknya ke sekolah umum, agar kelak dapat memberi nuansa  baru dalam sistem pendidikan pesantren. Namun, bukan berarti pesantren tradisional semakin ditinggalkan. Justru banyak pula kiai tradisional yang mencoba menyatukan antara sistem tradisional dengan sistem modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya, kiai sekarang dengan pesantrennya membuat gebrakan baru dalam sistem pendidikan pesantrennya, karena bukan sudah jauh tertinggal, melainkan harus mengikuti perkembangan yang ada. Apabila hal ini dibiarkan saja, tentu pesantren, khususnya tradisional yang masih melekat dengan kulturnya akan semakin ditinggalkan oleh masyarakat umum. Namun demikian, umat Islam yang saleh, lebih suka mengirimkan anak-anaknya kepesantren yang masih memiliki kultur yang kuat.&lt;br /&gt;Paradigma sosial yang terjadi adalah, karena masyarakat sudah banyak  yang tertekan dengan kondisi ekonomi, sehingga orientasi masyarakat yang muncul kemudian adalah mengirimkan anak mereka ke sekolah-sekolah umum, untuk mendapatkan pekerjaan dan dapat menghidupi keluarganya. Selain itu, anak-anak sekarang cenderung hidup dalam budaya hedonistik dan apatis. Akibatnya, mereka tidak mau mengenal tradisi ke Islaman bahkan pesantren sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi yang demikian, tentu peran kiai sangat diperlukan untuk merubah kembali wacana pendidikan yang hilang. Mau tidak mau, kiai harus dapat menyatukan antara dunia sekuler (modern) dengan dunia kultur. Mungkin inilah salah satu konsep para kiai, banyak mengirim anaknya ke dunia perkuliahan, baik didalam maupun luar negeri sekalipun, yakni untuk memberikan nuansa baru seperti yang sudah disinggung di atas, dengan tujuan membangkitkan kembali pengetahuan agama secara kultur tanpa mengesampingkan aspek modernitas. Lalu, apakah pesantren dengan kultur yang kuat akan dikeluarkan dari arena kompetisi?&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan yang demikian, tentu akan rumit untuk menjawabnya, karena tidak mudah kiai yang berpegang teguh pada kultur pesantrennya untuk menyatukan sistem baru tersebut. Bahkan, ada pula pesantren salaf yang benar-benar melarang para santrinya untuk sekolah umum, ini artinya fanatisme dan orthodoksi masih menjadi pemicu untuk mempertahan kan kealamian pesantren. Padahal diluar, persaingan ideologi semakin kuat. Jual beli ideologi dimana-mana, maka bermunculanlah berbagai aliran yang mengatasnamakan Islam dengan dalih dakwah Islam. Jika pesantren yang demikian tidak mengimbanginya, maka yang terjadi adalah perubahan kultur yang terjadi di masyarakat, walaupun tidak semua masyarakat akan beralih kepada ideologi yang baru. Dalam masyarakat pedesaan, misalnya, masih banyak yang berpegang teguh pada kiai, namun dalam masyarakat perkotaan enggan untuk mengikuti kultur, karena di anggapnya telah tertinggal. Disaat seperti inilah peran kiai yang sesungguhnya di optimalkan untuk mengembalikan paradigma masyarakat yang tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan jatidiri, mungkin itu yang pantas untuk menyebut kondisi umat Muslim saat ini. Namun, bukan berarti umat Muslim di belenggu dengan cara pendidikan yang lama dan bukan berarti pula pemikiran yang baru sudah terkontaminasi. Tidak ada yang salah, apabila semua yang diberikan yaitu adanya pembaharuan dalam bidang pendidikan Islam, sebagai wujud kemajuan intelektual Muslim sebagai manifestasi untuk kemaslahatan umat (maslahah mursalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal yang demikian itu, bukan semata-mata pesantren memiliki kelemahan yang besar. Bisa di lihat misalnya, pesantren memiliki debit pemikiran dengan metode klasikalnya yang takan pernah punah, berdasarkan pegangan dan falsafah yang dimilikinya itu pesantren menjadi pusat budaya dan khazanah intelektual kaum sarungan (santri). Namun, kesalahannya adalah ada pada pemerintah yang tak bisa menerima pesantren sebagai bagian pendidikan Islam yang komprehensif, Pesantren selalu menjadi bagian kelas yang non formal dan jauh dari perhatian. Sehingga yang terjadi adalah pesantren enggan untuk berjabat tangan dengan dunia umum yang notabene sudah keluar dari koridor dan ajaran pesantren salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di sadari atau tidak, bahwa Islam adalah agama tradisional. Artinya Islam tetap bersandar pada ajaran yang dilakukan oleh Nabi, shahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in dan sampai para Ulama sekarang. Jadi kita tak dapat memungkirinya, buktinya kita masih berpegang teguh pada pemikiran Imam Madzhab dalam kajian fikihnya yang sudah lama dan jauh dari masa kita sekarang ini. Semua itu adalah bukti konkrit bahwa Islam tak sama dengan Modernis yang mencoba membuat pemikiran baru dan meninggalkan pemikiran lama. Sehingga pesantren salaf mengacu pada kaidah Ushul fikih yang menyebutkan “ al Mukhafadzotu bil qodimi sholih wal akhdzu bil jadidi al ashlah” artinya menggali tradisi lama yang masih baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. Tinggal kita menunggu aplikasi dari kaidah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wacana dimunculkan, agar pesantren dapat bersaing dengan pendidikan modern, dan kiai diharapkan dapat mengembalikan posisi umat pada tempat yang baik, yang sesuai dengan asas keislaman. Menurut Prof. Hasan Hanafi, pendidikan Islam seharusnya tidak lagi berkecimpung dalam dunia spiritualitas saja, melainkan menguasai perkembangan keilmuan abad kontemporer, yaitu menguasai IPTEK (Ilmu pengetahuan dan tekhnologi) . Jika sudah demikian, pesantren memiliki kekuatan, baik dari pengetahuan agamanya maupun IPTEK yang baru. Dengan demikian, pesantren dapat mengikuti perkembangan yang ada, dan kiai dapat mengontrol pembaharuan keilmuan kontemporer, lalu di aplikasikan dan dimanifestasikan dalam pendidikan pesantren. Sedangkan santri tidak buta dan kaget akan hadirnya ideologi-ideologi baru yang mencoba memecah Islam secara kultural, inilah yang disebut dengan rekonstruksi khazanah intelektual pesantren, dalam menghadapi hegemoni ideologi. Bukan berarti merubah epistemologi pendidikan pesantren tradisional, namun memberikan warna baru agar dapat di pertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran pesantren sebagai pusat pendidikan Islam sangat penting, apabila pesantren mengalami kemunduran, ini artinya Islam mengalami kemunduran dan wajar apabila masyarakat Islam saat sekarang akan kembali ke zaman jahiliyah. Oleh sebab itu, harus di cari akar masalah kemunduran pendidikan Islam tersebut. Jika metode pendidikannya yang tak lagi dapat di terima karena perkembangan zaman, maka harus ada rekonstruksi yang baru tanpa menghilangkan metode lama. Disinilah realitas kiai dan pesantren, sebagai peletak dasar peradaban Islam, masa depan Islam hanya ada dalam genggaman kiai dengan pesantrennya. Kata kuncinya adalah metodologi pendidikan Islam yang ideal, sehingga mampu mengembangkan pendidikan Islam dan mengembangkan  pendidikan modern untuk kemaslahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya rekonstruksi dalam metode pendidikan seperti ini, pesantren sebagai pusat pendidikan Islam, mampu bersaing dengan modernisme pemikiran yang digemborkan barat. Jika pesantren memiliki metode pendidikan yang ideal atau dengan kata lain adanya rekonstruksi khazanah pendidikan Islam, sebagai implementasi kemajuan Islam di era modern. Realitas kiai dan pesantren pun kembali memiliki peran sebagai pemimpin umat.&lt;br /&gt;Wallohu ‘alam bisshowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-7272928326496961536?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/7272928326496961536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=7272928326496961536' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7272928326496961536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7272928326496961536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2009/04/kiai-dan-pesantren-dalam-persaingan.html' title='Kiai dan Pesantren dalam persaingan baru'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-4197027214202996181</id><published>2009-04-03T06:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T07:09:38.275-07:00</updated><title type='text'>Islam dan Toleransinya</title><content type='html'>ISLAM AGAMA TOLERAN Dan KASIH SAYANG,&lt;br /&gt;Masihkah hingga kini?&lt;br /&gt;Oleh; Muhammad Khoeroni Rosyid&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menarik, ilmuwan barat, Michael H Hart dalam bukunya Seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah, dengan sangat objektifnya memposisikan Nabi Saw dalam urutan pertama orang yang paling berpengaruh dalam sejarah. Alasannya adalah karena Nabi Saw di lahirkan dan di besarkan di daerah yang paling terbelakang di Dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Sementara itu, beliau menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, di tambah lagi dengan kondisi Nabi yang buta huruf. Namun, dengan kondisi yang demikian itu Nabi Saw mampu menegakkan dan menyebarkan salah satu dari Agama terbesar di Dunia, Agama Islam. Di samping Sikap Nabi yang sangat rendah hati dan sederhana itulah tentunya yang menjadikan alasan mengapa Hart sebagai ilmuwan memberikan urutan yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu kebanggaan yang tak pernah ada dalam sejarah agama sebelumnya. Di sadari atau tidak, sampai kinipun bangsa barat masih mengakuinya. Seperti yang di sampaikan Dr. Gustav Lebon, “kita mengetahui dari ayat-ayat Qur’an bahwa Muhammad sangat Toleran terhadap kaum yahudi dan nasrani. Sikap yang tidak di tunjukan oleh para pengemban agama sebelumnya, seperti oleh orang-orang yahudi dan terutama orang-orang nasrani. Sekarang, kita akan mengetahui bagaimana kebijakan Muhammad tersebut di praktekkan  oleh para penggantinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan budi pekerti (akhlak) yang baik dari pribadi Nabi merupakan senjata yang peling indah untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran, sehingga mampu menciptakan perubahan dan kwalitas intelektual yang memadai. Dari sikap itulah Nabi memiliki pengaruh yang besar, sehingga mampu membuktikan bahwa Islam adalah agama yang menghormati kepercayaan agama lain (toleran). Yang perlu di garis bawahi adalah sikap Nabi dengan akhlaknya yang baik sesuai dengan Firman Alloh, “sesungguhnya Muhammad di utus untuk menyempurnakan akhlak”. Dengan akhlak itulah Nabi membuat gencatan perubahan di daratan bumi ini. Islam menjadi agama yang mampu menghormati agama lain dan ini seperti yang di anjurkan oleh Alloh Swt untuk berbuat baik kepada kaum non-Muslim yang tidak memerangi kaum Muslim karena masalah agama.&lt;br /&gt;Alloh Swt berfirman, “Alloh tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berlaku adil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan barat, Adam Metz dalam bukunya peradaban Islam pada Abad IV pun mengatakan, “Diantara hal-hal yang membuat kami berdecak kagum (dari Islam), yaitu banyaknya para pegawai pemerintahan (dikalangan ekskutif dan pejabat-pejabat tinggi) yang di rekrut dari kalangan non-Muslim. Jadinya kaum nasrani memerintah kaum Muslim di negara Islam. Hukum perdata yang di berlakukan bagi ahlu Dzimmah di beberapa wilayah kaum Muslimin menggunakan hukum perjanjian lama. Para pemimpin kaum Muslimin telah berlebihan dalam memperlakukan warga non-Muslim. Dalam berhubungan dengan ahli Dzimmah, mereka menerapkan prinsip toleransi Islam secara penuh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reno dalam bukunya Sejarah peperangan bangsa Arab di Prancis, Swiss, Itali dan pulau-pulau di laut tengah mengatakan, ”Kaum Muslim di Andalusia (Spanyol) memperlakukan komunitas nasrani dengan baik. Begitu pula komunitas nasrani di sana, mereka menghormati syiar-syiar kaum Muslimin dengan mengkhitan anak laki-laki dan tidak memakan daging babi”.&lt;br /&gt;Semua itu adalah bukti otentik dari apresiasi sebagai bentuk kekaguman  terhadap Islam. Islam yang merupakan satu-satunya agama dengan peradaban yang toleran, berbudi luhur, tentu banyak menciptakan langkah perdamaian di daratan Dunia ini. Namun, apakah semua itu masih ada pada diri kaum Muslimin sekarang? Pertanyaan itulah yang muncul ketika saya melihat banyaknya aksi brutal yang di lakukan sebagian kaum Muslim yang ada di Indonesia, seolah menunjukan bahwa Islam bukan lagi agama yang cinta damai melainkan agama yang kental dengan kekerasan. Anda mungkin masih ingat, komunitas Ahmadiyah yang sudah hidup puluhan tahun di Tanah Indonesia, dengan tanpa mengganggu ketentraman ibadah kaum Muslim yang lain, tiba-tiba harus di hujat dan di paksa angkat tangan, tempat ibadahnya pun di boikot tanpa ada sedikit toleransi, mereka tidak lagi di lindungi oleh Islam. Lalu, kapan kita akan mengajarkan anak cucu kita untuk dapat menghormati dan menghargai kepercayaan orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat di sesalkan, betapa agungnya kasih sayang Islam terhadap sesama manusia, harus di nodai dengan perbuatan yang demikian itu. Saya jadi teringat waktu ngaji dulu, kata seorang Ustadz dalam ceramahnya mengatakan bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan lil ‘alamin. Realitasnya, budaya kekerasan (jahiliyah) masih tetap di pakai dengan dalih syiar Agama. Ironis bukan?&lt;br /&gt;Nabi Saw sendiri selalu mengajarkan bersikap yang lemah lembut, menghormati orang lain dan ringan untuk mema’afkan, inilah bukti dari Rahmatan lil ‘Alamin. Setiap kali Nabi Saw hendak berangkat untuk menunaikan Salat selalu di lempar dengan kotoran dan di ludahi oleh orang Yahudi, suatu saat kemudian si yahudi itu jatuh sakit, lalu Nabi Saw menjenguknya lantas mendo’akan kesembuhannya. Betapa Mulia akhlak beliau yang demikian itu, tetapi hal semacam ini tak pernah menjadi tolak ukur bahkan tak lagi di tiru oleh kaum Muslim sekarang. Kita mengaku sebagai kaum Muslim yang kaffah, tapi realitanya kita tak minat mengikuti perilaku Nabi Saw?&lt;br /&gt;Islam jadi terkesan Ngeri dengan kekerasan yang berdalih sebagai syiar agama atau bahkan dengan jargon membela Islam. Padahal, Islam tak perlu bahkan tak butuh untuk di bela, toh yang akan menjaga Islam itu sendiri kan Alloh Swt, lalu kenapa kita yang di repotkan dengan gembor-gembor membela Islam. Bukankah senyum itu indah, memberi ma’af itu indah, saling menghargai itu indah? Coba renungi dan resapi.....&lt;br /&gt;Wallohu a’lam bisshowab&lt;br /&gt;Ciputat, 17 agustus 2008&lt;br /&gt;Muhammad Khoeroni R&lt;br /&gt;Alamat  : Jln. Pandansari no. 28 Ajibarang Wetan, Rt 02/ 12&lt;br /&gt;Kec. Ajibarang- Banyumas 53163&lt;br /&gt;Jawa Tengah&lt;br /&gt;Alamat e-mail; che_roney@yahoo.com&lt;br /&gt;Atau kunjungi di www.penalangit.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-4197027214202996181?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/4197027214202996181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=4197027214202996181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4197027214202996181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4197027214202996181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2009/04/islam-dan-toleransinya.html' title='Islam dan Toleransinya'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-7340365675969136246</id><published>2008-11-30T05:56:00.000-08:00</published><updated>2009-04-03T07:15:52.928-07:00</updated><title type='text'>kegelisahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/STKY2O1SYLI/AAAAAAAAABg/OPWvuKlf_SE/s1600-h/ajiiib..JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/STKY2O1SYLI/AAAAAAAAABg/OPWvuKlf_SE/s200/ajiiib..JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274446171066228914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kutipan hati, mungkin itu yang pantas aku posting untuk saat ini. Berbagai cerita dan derita tampaknya merangkul dan meminangku, aku sempat bingung dan entah bagaimana aku perbuat. Saat-saat seperti ini aku merindukan sosok yang paling aku kagumi untuk mencoba memelukku dan berbagi cerita agar aku tak lagi terlelap dalam keheninga&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;n. Aku merasakan tingkat yang tinggi dari kesendirianku tanpa kawan hati yang mengajariku bagaimana aku menjalani hidup. &lt;em&gt;Yah,&lt;/em&gt; ini adalah lika-liku dari cerita yang kelak akan menjadi dongeng, mungkin juga aku akan enggan lagi membaca posting ini untuk sekian waktu atau aku bosan dan lelah melihat tulisan yang tak lagi bermakna, tapi inilah caraku bagaimana aku mengungkap kegelisahanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak langkah yang semakin panjang, menyelimuti aku pada kegersangan dalam menjalani hidup, aku mencoba membuka pintu kedewasaan agar terbuka pintu kebijaksanaan, entah apa lagi yang akan aku kerjakan, yang jelas aku mencari jati diri untuk kemudian aku aplikasikan dalam setiap seretan sendal jepit tuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukan siapa saja yang hari ini ada di kepalaku. Aku merindukan Abah dan Ummi yang mengasuhku untuk memelukku saat ini, aku merindukan mereka kala aku di timang dan di manja, agar aku tak terlarut dalam kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku merindukan Tuhanku yang tak lagi bisa di hitung dengan waktu kasih sayang-Nya kepadaku, Aku ingin Cahaya rahmat-Nya menyinari ku untuk selama-lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku merindukan kasih dari sang kekasih, yang pergi entah kemana dan karena apa? Aku merindukkan dia karena dialah yang mengajariku bagaimana menghargai seseorang dan orang lain, karenanya lah aku di ajarkan untuk mencintai dan menghargai orang lain. Dia adalah kembang yang selalu menghiasi dalam perjalananku untuk seperti saat ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah orang asing yang terasingkan oleh waktu, aku adalah prajurit yang kan berperang, aku adalah segala yang ada dan aku adalah aku !&lt;br /&gt;Cerita hari ini adalah sejarah untuk esok, cerita ku saat ini adalah perasaan yang entah apa maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Oh Tuhan,,,,,!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kapan aku menghampiri rasa yang ingin kusapa ini, kapan kiranya kau pertemukan aku dengan perasaan yang merampas waktu ini, kapan aku menamparnya untuk kemudian aku bisa memeluk perasaan itu...??&lt;br /&gt;Bukan kah aku membencinya, dan tak ingin melihat wajahnya lagi, tapi kenapa dia ajarkan aku bagaimana membencinya, apakah tak ada lagi jawab-Mu Tuhan selain Kalam-Mu yang tertulis itu...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah aku faham atau tidak dengan kata-kataku ini, mungkin jika apa yang aku katakan ini dapatkah dia mengerti, apakah dia mau mengerti tentang apa yang aku rasakan, sedang aku sombong dengan yang aku rasakan...&lt;br /&gt;Aku ingin memanggilnya agar menoleh untuk melihatku kembali...tapi aku membencinya, mungkin itu ungkapan bohong dari kecil hatiku ini.&lt;br /&gt;Aku ingin bertanya,"kenapa kau ikat jarimu dengan satu ikatan yang tak pasti?, bukankah aku juga akan siap untuk membawamu pergi hingga ke ujung bintang yang terakhir". aku tetap ingin memanggilnya,"dik!" walau dia harus terbang bersama burung-burung merpati.&lt;br /&gt;Saat seperti ini di manakah kau berada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin kau memanggilku untuk terakhir kali, agar aku tau kau masih ingat aku sehingga aku tak lagi bercerita kepada yang lain antara hati dan perasaan ini saat ini.&lt;br /&gt;Dan pergilah lalu bawa permadaniku untuk hidupmu walau harus ku relakan kau dengannya...&lt;br /&gt;biarkan aku sendiri tanpa teman hati...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-7340365675969136246?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/7340365675969136246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=7340365675969136246' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7340365675969136246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7340365675969136246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/11/curahan-hati-hari-kemarin.html' title='kegelisahan'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/STKY2O1SYLI/AAAAAAAAABg/OPWvuKlf_SE/s72-c/ajiiib..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-3370130191681638515</id><published>2008-09-29T10:11:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T06:21:02.265-07:00</updated><title type='text'>Cerita cinta entah punya siapa!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/SOo-3q8ZJ0I/AAAAAAAAABY/YAq3chjdUmo/s1600-h/1268024.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/SOo-3q8ZJ0I/AAAAAAAAABY/YAq3chjdUmo/s200/1268024.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254081041422427970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saat bel pelajaran usai, aku mulai menunggu di depan sekolah yang hampir setahun telah memanjakan aku. menit mulai bertambah menjadi menit selanjutnya, aku tak sabar untuk segera menghampiri seorang yang aku tunggu dari pagi. Tak lama berselang, dalam kegelisahan itu, tiba-tiba dia datang dengan mengucap, "Maaf, jadi lama menunggu, tadi aku harus piket dulu" katanya sambil menatapku malu. "Ah ga apa-apa, yang penting kamu bisa menepati janji aja" jawabku sambil menaiki sepeda motorku. Akhirnya kita mulai jalan menepaki hari yang mulai berubah mendung. Aku tak dapat menahan perasaan yang telah lama bersarang dalam lubuk yang paling kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;......................oo0oo........................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FASE AWAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namanya Cantik rafika sari, dia lebih akrab di panggil Cantik. Aku mengenalnya sejak pertama kali dia menjadi adik kelasku, aku benar-benar tertarik dengannya pada pandangan entah yang keberapa. Memang sulit untuk di ungkapkan, mengapa aku harus tertarik padanya, padahal pada langkah awal sudah banyak yang membuat aku tertarik, namun hanya cantik yang mampu merebut perasaan ini. yah, aku pun tak ingin mensia-siakan kesempatan. "Aku harus bisa,berbagi cerita dengannya!" kataku lirih dalam hati. Aku mulai menulis berbait-bait puisi yang tak sedikitpun ada kata romantis, kemudian aku pasang di mading sekolah yang lusuh. "cantik, coba kamu lihat di mading?" perintahku lewat pesan pendek (SMS). Walau dia heran dengan tulisanku, tapi aku merasa puas karena dia telah membaca perasaan yang aku terjemahkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya bulat dan putih warna kulitnya, itu kadang yang membuatku terkenang setiap malam. Aku merasa selalu di buntuti bayang semu wajahnya itu, walau agak sedikit serem! Tingkahnya yang selalu senang berteman dan mudah akrab dengan Orang, menjadikan aku salut padanya. Cantik memang tomboy, tapi di balik ketomboy-annya itu menjadikan aku semakin berbulat tekad dan berlomba dengan egoku untuk mendapatkan dan merasakan kasih sayangnya.&lt;br /&gt;Aku heran, Cantik yang mudah berteman itu tiba-tiba berubah membenciku, jika aku dekati, dia akan berpaling dan lari, &lt;br /&gt; "Aku heran, kenapa dia ga mau didekati aku?" kataku pada Yono teman sekelas cantik.&lt;br /&gt; "Aku kan ga kalah ganteng ama yang lain kan yon?!" celetukku&lt;br /&gt; "Ehm...ehm...!! tenggorokanku kering." Ejek Yono. &lt;br /&gt;Tapi tak lama setelah itu, Puisi tentang perasaanku yang membuat bayangan, gambaran serta imajinasi yang kosong itu membuatnya layu dari sikap apatisnya padaku. Cantik pun mulai akrab dan mau di ajak ngobrol &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngalor-ngidul&lt;/span&gt;, aku tau sih dia mulai bosan dengan gombalanku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati masa-masa mengenal(ta'aruf), aku semakin gelisah.&lt;br /&gt; "Aku udah ga tahan, kayanya ini waktu yang tepat untukku mengungkapkan perasaan ini."       Kataku dalam hati.&lt;br /&gt;Akhirnya, aku pun mulai SMS untuk mengajaknya jalan. Cantik tak keberatan dengan ajakan itu. Saat bel pelajaran usai, aku mulai menunggu di depan sekolah yang hampir setahun telah memanjakan aku. menit mulai bertambah menjadi menit selanjutnya, aku tak sabar untuk segera menghampiri seorang yang aku tunggu dari pagi. Tak lama berselang, dalam kegelisahan itu, tiba-tiba dia datang dengan mengucap,&lt;br /&gt; "Maaf, jadi lama menunggu, tadi aku harus piket dulu" katanya sambil menatapku malu.&lt;br /&gt; "Ah ga apa-apa, yang penting kamu bisa menepati janji aja" jawabku sambil menaiki sepeda motorku. &lt;br /&gt;Kita pun mulai jalan menapaki hari yang mulai berubah mendung. Dengan candatawa menghiasi siang, mendung yang bergemuruh petir tak terasa menakutkan. Asalkan aku bisa berdua diatas roda dua yang serba dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah aku dan cantik pada tempat yang begitu indah, sawah dan ladang terhampar begitu luasnya, dibawah pohon rindang (yang aku sendiri ga tau namanya) di temani Mendung yang tak kunjung hujan, memaksaku untuk berhenti dan berteduh sambil menikmati alam kuasa Tuhan.&lt;br /&gt; "kok kita berhenti disini sih?" katanya sambil turun dari motor.&lt;br /&gt; "coba kamu lihat, keindahan Alam ini tak sebanding ketika aku melihat keindahan wajahmu" jawabku merayu.&lt;br /&gt; "Dasar gombal!" celetuknya.&lt;br /&gt;Aku yang lama menahan rasa terpendam, tak mau basa-basi lagi.&lt;br /&gt; "Cantik, kamu kan udah baca puisiku. terus gimana jawabanmu?" tanyaku lirih.&lt;br /&gt; "Emangnya kemarin itu ada pertanyaannya ya!" jawabnya&lt;br /&gt; "Kan itu curahan hati non! masa ga paham sih! udahlah, aku pengin kamu jawab hari ini!!." paksaku pada cantik.&lt;br /&gt; "serius! aku ga tau maksudnya apaan..." tegasnya&lt;br /&gt;Sambil tersenyum malu akupun menjawab "I love you...!!!"&lt;br /&gt;Cantik pun kaget, terasa jantungnya berhenti berdetak, walaupun dia sudah tau kalau aku mau mengungkapkan perasaan itu. Dia tertunduk tanpa suara, sehingga aku terpaksa memaksanya untuk menjawab,&lt;br /&gt; "aku ga mau menunggu lama, harus sekarang kamu jawab!" pintaku&lt;br /&gt;Cantik tetap tak menghiraukan kata-kataku.&lt;br /&gt; "aku mau menjawabnya sekarang tapi bukan disini, yuk kita sambil jalan, tar aku jawab kok!" katanya sambil memegang tanganku pertanda mengajak pulang.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang itu, cantik mulai mengungkapkan isi hatinya, jalan yang berkelok seolah mengungkapkan perasaan Cantik yang juga berkelok dalam memahamiku.&lt;br /&gt; "kenapa kamu harus mengungkapkan perasaan itu padaku?" tanya Cantik, sambil menunduk.&lt;br /&gt; "kamu tahu, kenapa Tuhan menciptakan perasaan? jika Tuhan memberikan harga dalam setiap keping perasaan, mungkin aku tak akan mampu membeli perasaanku padamu." kataku yang sok puitis.&lt;br /&gt; "udahlah, aku butuh jawabanmu sekarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sudah aku menunggu, sampai tak terasa jalan yang ku tapaki harus terkikis oleh waktu yang semakin sore. Mungkin aku tak melihat, bagaimana Cantik memosisikan dirinya dalam perasaan yang seharusnya jujur ia katakan, Cantik harus berdusta dengan tak maunya dia untuk menjawab perasaan yang aku ungkapkan. Dengan ramainya aku memaksa, hingga dia pun menjawab,&lt;br /&gt; "Mungkin sebuah persahabatan akan semakin indah jika kita jalin tanpa hubungan setatus cinta!" katanya.&lt;br /&gt;jawaban itu rasanya membuatku terpukul, mungkin kalau saja tidak melanggar HAM, akan aku turunkan dia di tengah jalan, biar dia merasakan betapa terpukulnya hati dan jiwaku saat itu.&lt;br /&gt; "emm...aku terima semua jawaban yang kamu berikan, tapi aku tak mau jika kamu berdusta untuk mengungkapkan perasaan itu, mungkin juga persahabatan akan lebih baik?! aku hanya ingin kamu ulangi lagi jawaban itu hingga tiga kali, agar hatiku yakin bahwa kamu menjawab dengan tulus."&lt;br /&gt;Saat itu aku merasakan penyesalan, kenapa aku harus mengungkapkan semua itu, aku benar-benar malu. aku hanya bisa tertunduk dan diam, aku pun mulai mencoba meyakinkan diriku bahwa setiap pilihan itu memiliki resiko. yah, inilah resiko yang kubuat dari pilihan sebuah peraaan.&lt;br /&gt;Cantik pun mencoba menenangkanku, agar aku bersikap lebih biasa dalam memahami semua ini, dengan ucapan yang agak sedikit berat, Cantik mengulanginya hingga tiga kali jawaban itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Sebenarnya aku berat mendengar jawaban itu,jika memang itu jawaban dari ketulusanmu kenapa aku harus ga legowo?"&lt;br /&gt; "Terima kasih banyak, kamu hari ini udah memberikan jawaban yang telah lama aku tunggu, mungkin hatiku salah mengungkapkan semua ini, sekali lagi aku minta ma'af" kataku meneruskan.&lt;br /&gt; "justru kamu yang mengajariku, bagaimana menikmati keindahan alam! aku tak pernah merasakan seperti yang aku rasakan hari ini"&lt;br /&gt;Setelah mendengar ungkapan yang begitu menusuk, sampailah aku dan Cantik di persimpangan jalan. Cantik minta di turunkan di tengah jalan, dan aku bilang jangan turun di tengah jalan, di pinggir jalan aja.&lt;br /&gt;Lengkap sudah hari itu, antara sakit dan kesedihan yang aku alami. Mungkin cerita tak akan asik, jika tak sedemikian menyakitkan.&lt;br /&gt;Aku juga heran, jika cinta itu menyakitkan kenapa banyak orang mengejar cinta, kenapa aku harus mencintai.&lt;br /&gt;itulah Cinta, yang tak punya malu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-3370130191681638515?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/3370130191681638515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=3370130191681638515' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/3370130191681638515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/3370130191681638515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/09/lawang-cintaku-bag-ii.html' title='Cerita cinta entah punya siapa!!'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/SOo-3q8ZJ0I/AAAAAAAAABY/YAq3chjdUmo/s72-c/1268024.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-6918382769433090590</id><published>2008-09-08T07:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T06:22:45.435-07:00</updated><title type='text'>Ramadlan yang hilang.</title><content type='html'>Ada rasa yang berbeda saat ramadlan mulai berkumandang, setelah silaturrahmi dan jabat tangan mengawali bulan yang penuh berkah ini, ziarah dan kirim berkat tak ketinggaln pula. Tapi, ada yang lebih menarik sejak tiga hari menjelang ramadlan, pesan pendek (SMS) datang bertubi-tubi ke ponsel, berisikan ucapan "Marhaban ya ramadlan". Ada yang murni buah pikiran dan ungkapan hati yang tulus, tapi lebih banyak lagi kata-kata yang sok puitis, standar bahkan salinan dari SMS lain alias forwardan. Ramadlan jadi penuh irama dengan banyaknya tata cara yang di lakukan tiap orang untuk menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadlan menjadi ajang yang menarik karena jatuh hanya setahun sekali. Tapi, hanya sedikit yang mampu memberikan ramadlan yang bermakna yang tak jarang amaliyah dibulan ini hanya sebagai momen unjuk gengsi atau riya'. so, Ramadlan takan berarti bagi mereka yang tak mampu membuat tajilan (kolak), ramadlan takan berarti bagi mereka yang tak mampu membuat lontong (ketupat) sayur atau ramadlan takan berarti bagi mereka yang tak kunjung punya pacar, lebih nelangsa lagi ramadlan tak ada artinya bagi mereka yang ditinggal pacarnya merried. Lalu, seperti apakah sejatinya ramadlan yang berarti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ramadlan terjadi suatu momen spiritual, yakni hadirnya malam kepastian (lailatul qadr). Dalam ramadlan pula al-Qur'an sebagai petunjuk di turunkan (nuzul al Qur'an) lepada Nabi Muhammad SAW. Dalam ramadlan kita di tuntut untuk berlatih (riyadloh) menahan diri dari nafsu, makan dan minum (puasa) sebagai implementasi dari pembakaran atas dosa-dosa yang telah terkumpul. artinya, kita di tuntut untuk mengendalikan diri dan menahan diri untuk tidak terjerumus dalam gaya hidup (life style) konsumtif-matrealistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ramadlan kita memang menunaikan ibadah puasa. Namun, kita kadang, bahkan sering tidak tahan dengan kenikmatan materi yang menempel di mata, sehingga ajian mumpungisme menjadi jalan utama dan terutama. Pada akhirnya, puasa yang seharusnya hidup lebih priati (hemat) justru berdampak negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Komaruddin hidayat, bulan ramadla disebut juga sebagai bulan Tuhan, bulan spiritual dan bulan introspeksi dan juga bulan persaudaraan serta bulan peduli kepada fakir miskin dan yatim piatu. Itu artinya, selama bulan ramadlan kita veribadah dan melakukan segala amaliyah-amaliyah ramadlan yang di khususkan untuk merekonstruksi ibadah yang terkontaminasi oleh sifat kotor kita. Sejenak kita turunkan kecepatan dalam rutinitas duniawi, karena selama kita beribadah masih nyambi dengan hiruk pikuk keduniawian, sehingga orientasi beribadah jarang memasuki perasaan rohani Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang atau bahkan sering juga mempunyai ibadah yang menekankan bentuk ritualnya saja untuk menyelamatkan diri dan menyenangkan Tuhan. Tuhan dimanifestasikan seperti sosok yang pemarah dan haus sesembahan serta sesaji. Ibadah semacam ini hanyalah praktek menyampaikan suatu upeti atau menyuap pada Tuhan agar kita tenang melakukan dosa-dosa lagi. Pribadatan seperti ini seperti halnya peribadatan primitif yang justru di kritik oleh Islam. Beribadah itu mestinya di dasari dengan rasa cinta (ikhlas) pada Tuhan bukannya takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika puasa yang kita jalankan atas dasar cinta kasih (ikhlas) pada Tuhan seperti yang di sabdakan oleh rasulullah SAW, maka kita dapat berharap di akhir ramadlan kita benar-benar fitri, atau suci dari segala dosa yang menempel, terbebas dari nafsu-nafsu yang membelenggu. Kita terlahir sepertihalnya anak yang baru lahir, karena itulah, selama bulan ramadlan kita dianjurkan lebih banyak do'a, merenung, bermuhasabah dan banyak jublegan, dopokan (dialog) dengan diri sendiri serta Tuhan, sambil berempati dengan persoalan, penderitaan, kesulitan dan kesusahan orang lain melalui penghayatan akan makna lapar dan haus. Jika kita tersucikan dari debu-debu, dosa-dosa, tentulah do'a yang kita panjatkan kepada Tuhan tak akan pending, menunggu lama di langit ke-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kerendahan hati, semoga Allah membukakan pintu maghfiroh kepada kita semua. Semoga apa yang kita cari berupa kepingan-kepingan Ilmu dapat bermanfaat sebagai warisan Ummat Muhammad SAW dalam menapaki tangga-tangga keimanan. Mohon ma'af lahir dan bathin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-6918382769433090590?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/6918382769433090590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=6918382769433090590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6918382769433090590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6918382769433090590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/09/ada-rasa-yang-berbeda-saat-ramadlan.html' title='Ramadlan yang hilang.'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-7793048347456215382</id><published>2008-09-04T01:39:00.001-07:00</published><updated>2008-09-04T03:02:15.792-07:00</updated><title type='text'>Pengin cerdas itu mudah.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Cerdas, tentu menjadi keinginan setiap Orang. Namun, dalam prakteknya Orang enggan untuk belajar menjadi Cerdas. Orang cenderung mencibir ketika bicara tentang cerdas, mungkin karena terlalu sulit menjadi Orang cerdas atau karena kita terbiasa dengan yang serba Instan, sehingga di rasa berat untuk melalui proses itu. Setiap orang mempunyai potensi berdasarkan kecerdasannya masing-masing dan sesuai dengan kompetensi yang di milikinya. Terkadang kita di bingungkan dengan potensi yang kita miliki atau bahkan kita tak tau sama sekali potensi yang kita miliki itu. Pengin tau caranya mengetahui potensi kita? Makanya baca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia terlahir begitu Natural, mempunyai potensi yang beragam, setiap orang memiliki kecerdasannya masing-masing. Dengan banyaknya aktivitas yang kita lakukan, seakan membungkam potensi yang kita miliki, kita tak sempat menggali potensi itu menjadi suatu hal yang bermakna bagi hidup kita. Memang, kecenderungan orang tak selalu sama. Masalahnya, bagaimana mengakomodasi kecenderungan-kecenderungan itu dan mewadahnya dalam sebuah sarana pengembangan otak. Selama bertahun-tahun manusia hanya menggunakan sebagian kecil potensinya. Menurut Thomas armstrong, penulis buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Multiple intellegence &lt;/span&gt;menegaskan bahwa, dalam diri orang yang mengalami kerusakan otak sekalipun tersembunyi potensi amat besar yang bisa di bangkitkan. Ini artinya, menjadi cerdas bukanlah rumit, asalkan kita mau mengembangkannya dengan kesanggupan untuk maju, jika memang ada kemauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, penafsiran kecerdasan dalam budaya kita tak lepas dari IQ (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Intellegence Quotion&lt;/span&gt;). IQ dianggap sebagai ukuran objektif kecerdasan dalam bentuk nominal (angka). Orang yang memiliki IQ yang tinggi dianggap relatif lebih baik, ketimbang yang tidak. Padahal, bukan demikian. Orang yang memiliki IQ rendah bukan berarti tidak cerdas, karena setiap manusia di lahirkan dengan kecerdasannya sendiri. So, kita mampu menjadi cerdas. Kata kuncinya adalah mengoptimalkan potensi otak yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Multiple Intellegence&lt;/span&gt;, kecerdasan dapat di optimalkanpada beberapa bidang. yaitu:&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt;&lt;/style&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Linguistik Intellegence atau 	kecerdasan bahasa.&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Kemampuan menggunakan kata-kata 	secara efektif, baik lisan maupun tulisan.&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Logical-mathematical Intellegence 	atau kecerdasan matematis/Logis.&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Diantara cirinya adalah banyak 	bertanya tentang cara kerja suatu hal, suka bekerja atau bermain 	dengan angka, suka membuat kategori, hierarki atau pola logis 	(sebab-akibat) lainnya dan menunujukan minat pada pelajaran sains.&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Spattial intellegence atau 	kecerdasan visual.&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Yaitu kemampuan membayangkan, 	mempresentasikan ide secara visual, suka berimajinasi, suka 	kegiatan seni.&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Body smart atau kecerdasan 	gerak/jasmani.&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Kemampuan mengekspresikan ide atau 	perasaan dan ketrampilan yang menggunakan tangan untuk menciptakan 	sesuatu, pandai meniru gerak atau tingkah orang, suka membongkar 	pasang barang.&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Musical intellegence atau 	kecerdasan musik.&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Kemampuannya dalam bidan musik, dapat 	menunjukan nada sumbang, mudah mengingat melodi lagu, memainkan alat 	musik, bernyanyi, memiliki cara berbicara dan bergerak yang 	berirama.&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Interpersonal intellegence atau 	kecerdasan antar pribadi.&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Adalah kemampuan mengolah perasaan 	orang lain. Cirinya , suka bersosialisasi dengan orang lain, 	berbakat menjadi pemimpin, memberi saran kepada teman yang punya 	masalah, mudah bergaul, peka terhadap ekspresi wajah, suara, dan 	gerak isyarat.&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Intra personal intellegence atau 	kecerdasan pribadi.&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Kemampuan memahami diri sendiri dan 	bertindak berdasarkan pemahaman tersebut, umumnya introspektif dan 	reflektif, mandiri, berkemauan kuat dan mampu memahami kekurangan 	dan kelebihan diri sendiri.&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Naturalist intellegence atau 	kecerdasan natural.&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Memiliki kepekaan terhadap fenomena 	alam , minat pada ekologi alam, tanaman dan binatang, gemar 	bereksplorasi di alam terbuka.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dengan mengetahui kecenderungan tersebut, kita dapat mencari potensi yang kita miliki. Sudah saatnya kita membuka lebar kemampuan kita sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Tinggal bagaiman kita membuatkan ruang atau wadah dalam mengembangkannya, salah satunya adalah lewat Organisasi ataupun komunitas yang mampu mengasah kepribadian. Sehingga, kita tak tersesatdan menjadi orang yang bermanfaat untuk diri kita sendiri. Menjadi cerdas, tak kehilangan arah atau fokus, dengan pikiran yang terbuka akan membuat kita menjadi manusia-manusia dengan berjuta manfaat untuk kehidupan. Untuk itu gemerlah berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-7793048347456215382?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/7793048347456215382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=7793048347456215382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7793048347456215382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7793048347456215382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/09/pengin-cerdas-itu-mudah.html' title='Pengin cerdas itu mudah.'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-4769425211590836812</id><published>2008-06-02T19:59:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T21:26:23.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poligami atau perzinahan...'/><title type='text'>Poligami atau Perzinahan...?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[ Menganalisis Poligami yang di takuti dan Perzinahan yang di wajarkan]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fenomena poligami bukanlah hal yang baru dalam Islam, pembahasan poligami selalu mencuat kepermukaan dan tidak ada habisnya untuk di bahas. Pro dan kontra dalam memahami poligami menjadi ajang disana-sini. Banyak juga buku-buku yang mambahas tentang poligami, hanya untuk mencari penjualan, sehingga banyak pula yang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bestseller. &lt;/span&gt;Poligami bukanlah komoditi yang hanya untuk di perbincangkan melainkan harus mendapatkan solusi yang terbaik, melihat pernyataan berbagai pihak yang menyatakan dengan hujatan dan cacian yang bertubi-tubi atas pelaku poligami, menjadikan salah satu dasar bahwa poligami sekarang ini merupakan prilaku yang negatif di kalangan umat yang enggan untuk mengenal poligami. Poligami menjadi barang yang menjijikan, inilah sikap yang menyudutkan poligami secara umum, dengan sikap itulah poligami di klaim sebagai perilaku yang keluar dari norma-norma. Padahal saat sekarang ini umat di suguhi dengan banyaknya perselingkuhan dan perzinahan dalam dunia rumah tangga, lalu benarkah poligami itu tidak di bolehkan? atau perzinahan yang di halalkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa literatur Islam menyebutkan bahwa poligami sudah ada dan dikenal sejak zaman sebelum kedatangan Islam. Jika kita melihat sejarah kenabian terdahulu, banyak sudah yang melakukan praktek poligami bahkan tidak hanya empat isteri melainkan ratusan isteri, seperti yang tercantum dalam kitab suci orang yahudi, bahwa Daud memiliki 300 orang isteri. Pada tahun 610 Masehi, poligami sudah dikenal dan menjadi bagian yang utuh dalam dialektika berumah tangga. Dalam kurun waktu yang lama inilah poligami menjadi sesuatu yang normal dan formal. Sejarah mencatat bahwa hampir semua peradaban manusia mengenal dan mengakuinya sebagai hal yang biasa. Oleh karenanya, poligami menjadi komoditas yang wajar yang di lakukan oleh setiap kaum laki-laki dan sudah lebih dulu menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lifestyle &lt;/span&gt;yang diakui sejak peradaban masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam datang dalam waktu yang bersamaan dengan mencuatnya praktek poligami di tengah masyarakat Dunia saat itu. Justru Islam memberikan satu ruang agar poligami itu tetap selaras dengan rasa keadilan dan keharmonisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah untuk memahami poligami,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt; poligami bukanlah hal yang mudah dilakukan. Dengan melihat realita yang ada, yang harus di pecahkan dalam masalah poligami bukan lagi tentang hukum melakukanny ataupun syarat-syaratnya tetapi apa yang menyebabkan poligami itu menakutkan..? Ini karena banyaknya yang melihat poligami hanya dari segi negatifnya atau dengan kata lain bahwa poligami banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Kalau kita melihat poligami dengan pemahaman yang luas tentu secara Islami jauh klebih banyak manfaatnya, baik secara lahiriah maupun secara setatus sosial yang diterapkan yaitu menjaga dari perbuatan penyelewengan, selingkuh, prostitusi, pelecehan seksual bahkan perzinahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang menyebabkan poligami menjadi suatu produk yang di takuti . &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang pertama,&lt;/span&gt; kemampuan finansial, Seorang suami akan berfikir ketika dia harus menikahi dua wanita yaitu tanggung jawab nafkah dan kebutuhan hidup untuk dua keluarga. Pertimbangan perasaan, dengan adanya poligami akan menyakiti perasaan wanita dan kedua orang tuanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kedua,ketiga, &lt;/span&gt;Fakta dalam realita poligami, artinya karena melihat kenyataan yang ada yaitu begitu banyaknya praktek poligami yang berujung pada perceraian atau gagalnya membina rumah tangga itulah yang menjadikan faktor terakhir untuk poligami menjadi menakutkan (depresi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari beberapa faktor di atas, menjadikan poligami begitu menakutkan baik kaum laki-laki ataupun perempuan. Poligami masih sering di anggap sesuatu yang tidak benar dan dzolim. Poligami sering di gemborkan oleh beberapa pihak untuk menghancurkan poligami secara Islami. Akibatnya, poligami menjadi sebuah cermin yang negatif dan mendorong masyarakat untuk benci dan enggan bersentuhan langsung dengan poligami, hal inilah yang menjadikan masyarakat masih mengedepankan ego dari pada rasionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dari sisi tersebut, tentu wacana poligami telah tercemari dengan berbagai argumen yang dengan sengaja menyudutkan poligami, sehingga poligami di anggap hina dan buruk, sementara perzinahan ataupun perselingkuhan menjadi hal yang lumrah dan wajar. Begitu memperihatinkan, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kita lebih cenderung konsumtif, sehingga pengaruh budaya barat tidak sertamerta disaring dalam kehidupan sehari-hari, wajar kalau kemudian lambat laun masyarakat kita lebih cenderung rusak moral, karena moral masyarakat kita di bebankan dengan pengaruh barat yang baru pula. Seperti pergaulan bebas -- sebuah perilaku barat dengan budaya seks bebas -- yang kini telah menyebar luas dan banyak ditiru ol;eh lapisan masyarakat saat ini. Pada akhirnya, yang terjadi dan akan menjadi sebuah kebiasaan adalah perilaku amoral, perzinahan, homoseksual, lesbianisme, kawin kontrak akan menjadi perilaku yang wajar bagi setiap komunitas dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yusuf al Qordlowi mengatakan " pada hakikatnya apa yang di lakukan oleh barat pada hari ini dengan segala bentuk perzinahan yang m,ereka lakukan tidak lain adalah salah satu bentuk poligami juga, meski tidak dalam bentuk yang formal ". Dan ini yang di jaga oleh Islam, poligami adalah sesuatu yang sangat baik dari pada berzina di ujung jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak apabila mau di ungkap tentang perzinahan yang sudah menjadi penyakit bangsa ini, dari kelas sekolah umum sampai tingkatan mahasiswa perzinahan menjadi hal yang wajar bahkan kalau tidak melakukan yang demikian di anggap ketinggalan kereta zaman. Praktek perzinahan ini juga telah merasukiIstana DPR, dewan yang seharusnya menjadi contoh rakyat justru melakukan sekandal seks, apa yang terjadi kalau sudah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, di berbagai negara barat, poligami yang formal itu di larang dan yang di bolehkan hanyalah poligami non formal, apakah ini juga akan di tiru di negri kita dengan mengharamkan poligami formal, dengan melihat berbagai fakta yang terjadi yatiu dengan banyaknya film-film yang bergenre seks komersial, film-film porno yang di lakukan para pelajar, ataupun banyaknya Teman tapi mesum? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Naudzu billah...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Poligami jangan di jadikan momok yang menakutkan, kalau toh itu dapat menjaga keharmonisan keluarga dan terhindar dari perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Apabila terdapat banyaknya orang yang gagal membina hubungan rumah tangga bukan karena poligami yang salah, toh itu juga termasuk dalam dinamika kehidupan.&lt;br /&gt;Semoga Allah menjaga kita dari perbuatan yang tidak terpuji, dan senantiasa di tunjukan jalan yang benar. Tidak ada pesan yang ter indah kecuali: " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya'ti zamanun al muttamassiku yauma idzin bidiinihi kal qo bidl ( Akan datang suatu zaman, orang yang memegang teguh agamanya laksana orang yang menggenggam bara)"&lt;br /&gt;Wallohu a'lam bisshoab....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-4769425211590836812?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/4769425211590836812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=4769425211590836812' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4769425211590836812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4769425211590836812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/06/poligami-atau-perzinahan.html' title='Poligami atau Perzinahan...?'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-2020337140428017260</id><published>2008-06-02T19:18:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T19:45:39.651-07:00</updated><title type='text'>FPI tidak sesuai dengan PANCASILA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Negara ini bukan Negara Islam jadi apabila ada yang ingin memiliki negara ini dengan satu agama silahkan untuk pergi meninggalkan negri ini. Indonesia adalah negara PANCASILA, yang menghargai adanya perbedaan, baik ras, warna kulit ataupun agama. Bagi setiap yang melawan asas dasar Indonesia berarti dia adalah pemberontak yang Wajib untuk di usir dari negri ini, seperti yang di lakukan oleh FPI. Sangat ironis Islam begitu kerasnya, melawan sekelompok Islam yang hanya karena berbeda, entah apanya yang berbeda! Padahal Islam tidak pernah mengajarkan dakwah dengan pedang tapi kenapa FPI selalu melakukan praktek premanisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya tragedi monas pada hari minggu/ 01 juni menunjukan sikap FPI bertentangan dengan PANCASILA dan wajib di keluarkan dari tanah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-2020337140428017260?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/2020337140428017260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=2020337140428017260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/2020337140428017260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/2020337140428017260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/06/fpi-tidak-sesuai-dengan-pancasila.html' title='FPI tidak sesuai dengan PANCASILA'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-7590535098138743632</id><published>2008-05-27T20:56:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T22:56:30.448-07:00</updated><title type='text'>Benarkah Islam "rahmatan lil 'alamin" ??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;        Islam berasal dari bahasa arab  "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aslama&lt;/span&gt;" yang artinya selamat, dari situ kita dapat membaca bahwa Islam adalah agama penyelamat bagi ummatnya, dalam penafsiran saya Islam bukan hanya penyelamat bagi Ummatnya sendiri tapi Islam adalah penyelamat Ummat yang lain pula. Itulah sebabnya Islam di sebut sebagai agama yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rahmatan lil 'alamin. &lt;/span&gt;Begitu juga konsep Islam mengenai Tauhid, kita selalu terjebak dalam penafsiran Tauhid secara harfiah artinya secara ke-Tuhan-an saja, padahal Tauhid bisa di maknai sebagai kesatuan dari pada Islam itu sendiri, artinya walaupun berbagai corak melatar belakangi Ragamnya Islam tetapi tetap tidak keluar dari konteks ke-Islaman nya yaitu tidak ada Islam Sunni, Islam Syiah, Islam Mu'tazilah. Yang ada ya hanya Islam. Karena Islam tidak pernah membedakan antara ras, warna kulit, kelas, garis keturunan, kekayaan dan kekuasaan, inilah Islam yang sesungguhnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh, &lt;/span&gt;pada akhirnya kan kita sendiri yang membedakan mereka ekstrim kanan atau mereka ekstrim kiri, bagi saya itu tidak perlu jadi persoalan bagi Islam tapi yang terpenting sekarang adalah bagaiman membangun Islam  dalam satu ukhuwah Islamiyah yang baik bukan saling menuduh dia kafir atu dia sudah melewati batas ke-Islaman. Setidaknya Islam bisa menjaga benteng Islam itu sendiri. Islam itu mengajarkan Ummatnya agar bisa bersosialisasi, saling menghargai satu sama lain. tapi kemudian yang terjadi di Indonesia ini justru Islam tidak menjawab tantangan zaman yang model baru, akibatnya semakin banyak pemikir Islam yang lebih baru dan maju di kiranya telah melampaui batas ke-Islaman, Ironisnya Islam sibuk dengan argumen-argumen pribadi yang justru menjadikan bomerang bagi Islam itu sendiri, lalu di mana makna &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rahmatan lil 'alamin &lt;/span&gt;yang sesungguhnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;        Perbedaan argumen atau pendapat (ra'yu) menjadi landasan perpecahan Ummat, seharusnya itu tidak terjadi tapi karena berawal dari paradigma yang berbeda dan latar belakang ilmu yang berbeda pula menjadikan sebuah sentimen terhadap segala bentuk yang berbeda dengan pemikirannya itu, sehingga terjadilah konflik antar Islam. Kalau kita renungi dari dampak (konflik) yang terjadi berkepanjangan, setidaknya menjadikan Ummat semakin berbenah bagaimana membangkitkan Islam kembali tanpa adanya kekerasan dalam ideologi. Pada akhirnya Islam pula yang menanggung resiko dan tuduhan untuk Islam sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;        Perbedaan pendapat (ikhtilaf) adalah hal yang biasa dan sudah menjadi tradisi Islam, ini artinya Islam tidak membatasi dalam hal pemikiran dan pendapat asalkan dengan landasan dan dasar yang jelas. Kalau kemudian salah satu pendapat merasa benar dan yang lain juga merasa benar solusi cerdas hanyalah duduk sama-sama dan kita diskusikan, yang salah harus mengakui kesalahannya dan ikut yang benar, kalau toh itu tidak menemukan titik temu, ya sudah kita saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain, bukankah itu hal yang sangat bijaksana. Dan itu adalah konsep dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahmatan lil 'alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ISLAM DALAM PERBEDAAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;eperti yang kita ketahui bersama bahwa "perbedaan adalah rahmat", artinya segala bentuk perbedaan adalah rahmat bagi Ummat Islam sendiri yaitu saling menghargai satu sama lain baik dalam Islam ataupun di luar Islam. Sikap menghargainya perbedaan ini tidak selalu identik dengan perbedaan pendapat tetapi perbedaan warna agma atau yang lain itulah yang harus kita hargai, karena kita hidup dalam ran&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;ah yang sama. Tidak seharusnya sikap sentimen&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menjadi problematika yang mengikat antara satu ummat dengan ummat yang lain. Islam sudah lama mengajarkan kebersamaan dalam atap (Bangsa)&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;yang sama pula, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh &lt;/span&gt;manfaatnya juga akan lebih banyak terhadap eksistensi Islam itu sendiri, dari pada kita selalu mencari kesalahan yang lain.&lt;br /&gt;            Kalau sebagai Ummat kita bisa menjaga ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah Islamiyah tentu semua akan berjalan dengan makmur. Sikap saling menghargai terhadap perbedaan akan menjadikan sikap bijaksana terhadap realitas sosial yang ada, yang mayoritas tidak lagi menindas yang minoritas, seperti yang di sampaikan oleh Nabi Muhammad: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Tidak ada Dosa yang lebih cepat mendapat balasan kecuali menindas dan memutuskan tali persaudaraan". &lt;/span&gt;Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, tentang issue Ahmadiyah yang melonjak tinggi hingga berujung pada kekerasan, yang di lakukan oleh Oknum Islam yang menganggap dirinya lah yang paling benar. Saat sekarang ini bukan lagi saling tuduh-menuduh dan mengklaim dirinyalah yang paling benar, karena kebenaran itu hanyalah Alloh yang menentukan. Saat sekarang yang terpenting adalah kita hidup dalam bangsa dan Negara yang sama, bangsa ini bukan berasaskan Islam artinya Islam tidak serta-merta memiliki bangsa ini dengan sewenang-wenang mengatur segala bentuk dengan keinginan Islam sendiri. karena Negara sudah menjamin kebebasan beragama , dan inilah hak asasi yang di jamin oleh konstitusi.&lt;br /&gt;              Dari situlah kita harus belajar melihat perbedaan secara objectif demi kemaslahatan ummat. Kita selalu terjebak dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masail diniyah &lt;/span&gt;akibatnya yang terjadi adalah ketidak harmonisan baik secara Islam maupun bermasyarakat. Oleh karena itu, Islam sebagai agama  yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahmatan lil 'alamin &lt;/span&gt;berarti Islam senantiasa merahmati alam ini dengan kemurahan dan sikap ukhuwah yang baik. Saling menjaga antara ummat yang satu dengan yang lain, saling menghormati antara ummat yang satu dengan yang lain, tanpa adanya kekerasan dalam sebuah perbedaan.&lt;br /&gt;            &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa Allohu a'lam bisshoab.................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-7590535098138743632?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/7590535098138743632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=7590535098138743632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7590535098138743632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7590535098138743632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/05/benarkah-islam-rahmatan-lil-alamin.html' title='Benarkah Islam &quot;rahmatan lil &apos;alamin&quot; ??'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-2567404902907553638</id><published>2008-04-21T23:21:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T00:25:05.321-07:00</updated><title type='text'>KATA BIJAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;" Salah satu ciri akhlak mulia adalah bersikap ramah dan lemah lembut terutama kepada orang yang seharusnya di bina"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jalan terbaik untuk kita membalas dendam terhadap musuh adalah dengan cara meningkatkan derajat dan kehormatan diri sendiri "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ketidaksabaran kadang muncul karena kita kurang mampu memahami hikmah di balik musibah yang menimpa "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ilmu memelihara Manusia dari penyakit jasmani dan malapetaka Dunia, sedangkan iman memelihara diri dari penyakit ruhani dan malapetaka Ukhrowi "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Merasakan sehat adalah sebuah kenikmatan, ketika kita sakit atau setelah sakit kita akan merasakan "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Amal sholeh adalah segala perbuatan yang berguna bagi pribadi, keluarga, kelompok dan manusia secara keseluruhan dengan dasar keimanan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Rizki yang belum di peroleh hari ini masih dapat di harapkan lebih esok hari, tetapi waktu yang berlalu tidak mungkin dan tidak akan mungkin di harapkan kembali esok "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ganjaran kebaikan dari ALLAH melebihi apa yang di lakukan, karena kemurahannya. tetapi imbalan kejahatan seimbang karena Allah Mahaadil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Makanlah kamu untuk hidup dan janganlah hidup untuk makan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kegagalan adalah awal menuju kesuksesan sedangkan putus asa awal dari kehancuran "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kenali diri kamu sendiri sebelum kamu mengenali diri orang lain "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jalan kita panjang nan jauh kita butuh bekal untuk berlabuh "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Pelajarilah dari kehidupan karena di situ tersimpan banyak kesuksesan "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mereka yang pemberani selalu berfikir bijak dan bertanya "apakah ini cara terbaik untuk melakukannya",tetapi mereka yang penakut di lain pihak selalu berkata "tidak bisa di lakukan" "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jika kita tidak bisa menikmati pekerjaan maka jangan lakukan! tapi, jika harus di lakukan, lakukan sedemikian sehingga menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berarti "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kita harus bisa mempermainkan hidup jangan sampai kita di permainkan oleh hidup "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kecantikan adalah sesuatu yang di dapat dari jiwamu sendiri "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tak seorang pun menjadi kaya jika ia masih hidup dengan modal iri dan dengki "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ikuti kata hatimu dan jalankan. kalau kamu percaya situasinya gak akan terlalu sulit "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Gak penting berapa lama hidup yang penting adalah bagaiman kita menjalaninya "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Masalah bukan untuk di hindari tetapi di pecahkan dengan arif dan bijaksana "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kebahagiaan yang abadi datang ketika seseorang itu berbahagia menjadi orang biasa "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hal kecil membentuk kesempurnaan tapi kesempurnaan bukanlah hal kecil "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-2567404902907553638?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/2567404902907553638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=2567404902907553638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/2567404902907553638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/2567404902907553638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/04/kata-bijak.html' title='KATA BIJAK'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-6811165903846440915</id><published>2008-04-16T22:20:00.000-07:00</published><updated>2008-11-30T05:55:18.651-08:00</updated><title type='text'>Sebuah kutipan hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/STKY2O1SYLI/AAAAAAAAABg/OPWvuKlf_SE/s1600-h/ajiiib..JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/STKY2O1SYLI/AAAAAAAAABg/OPWvuKlf_SE/s200/ajiiib..JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274446171066228914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kutipan hati, mungkin itu yang pantas aku posting untuk saat ini. Berbagai cerita dan derita tampaknya merangkul dan meminangku, aku sempat bingung dan entah bagaimana aku perbuat. Saat-saat seperti ini aku merindukan sosok yang paling aku kagumi untuk mencoba memelukku dan berbagi cerita agar aku tak lagi terlelap dalam keheninga&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;n. Aku merasakan tingkat yang tinggi dari kesendirianku tanpa kawan hati yang mengajariku bagaimana aku menjalani hidup. &lt;em&gt;Yah,&lt;/em&gt; ini adalah lika-liku dari cerita yang kelak akan menjadi dongeng, mungkin juga aku akan enggan lagi membaca posting ini untuk sekian waktu atau aku bosan dan lelah melihat tulisan yang tak lagi bermakna, tapi inilah caraku bagaimana aku mengungkap kegelisahanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak langkah yang semakin panjang, menyelimuti aku pada kegersangan dalam menjalani hidup, aku mencoba membuka pintu kedewasaan agar terbuka pintu kebijaksanaan, entah apa lagi yang akan aku kerjakan, yang jelas aku mencari jati diri untuk kemudian aku aplikasikan dalam setiap seretan sendal jepit tuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukan siapa saja yang hari ini ada di kepalaku. Aku merindukan Abah dan Ummi yang mengasuhku untuk memelukku saat ini, aku merindukan mereka kala aku di timang dan di manja, agar aku tak terlarut dalam kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku merindukan Tuhanku yang tak lagi bisa di hitung dengan waktu kasih sayang-Nya kepadaku, Aku ingin Cahaya rahmat-Nya menyinari ku untuk selama-lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku merindukan kasih dari sang kekasih, yang pergi entah kemana dan karena apa? Aku merindukkan dia karena dialah yang mengajariku bagaimana menghargai seseorang dan orang lain, karenanya lah aku di ajarkan untuk mencintai dan menghargai orang lain. Dia adalah kembang yang selalu menghiasi dalam perjalananku untuk seperti saat ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah orang asing yang terasingkan oleh waktu, aku adalah prajurit yang kan berperang, aku adalah segala yang ada dan aku adalah aku !&lt;br /&gt;Cerita hari ini adalah sejarah untuk esok, cerita ku saat ini adalah perasaan yang entah apa maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Oh Tuhan,,,,,!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kapan aku menghampiri rasa yang ingin kusapa ini, kapan kiranya kau pertemukan aku dengan perasaan yang merampas waktu ini, kapan aku menamparnya untuk kemudian aku bisa memeluk perasaan itu...??&lt;br /&gt;Bukan kah aku membencinya, dan tak ingin melihat wajahnya lagi, tapi kenapa dia ajarkan aku bagaimana membencinya, apakah tak ada lagi jawab-Mu Tuhan selain Kalam-Mu yang tertulis itu...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah aku faham atau tidak dengan kata-kataku ini, mungkin jika apa yang aku katakan ini dapatkah dia mengerti, apakah dia mau mengerti tentang apa yang aku rasakan, sedang aku sombong dengan yang aku rasakan...&lt;br /&gt;Aku ingin memanggilnya agar menoleh untuk melihatku kembali...tapi aku membencinya, mungkin itu ungkapan bohong dari kecil hatiku ini.&lt;br /&gt;Aku ingin bertanya,"kenapa kau ikat jarimu dengan satu ikatan yang tak pasti?, bukankah aku juga akan siap untuk membawamu pergi hingga ke ujung bintang yang terakhir". aku tetap ingin memanggilnya,"dik!" walau dia harus terbang bersama burung-burung merpati.&lt;br /&gt;Saat seperti ini di manakah kau berada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin kau memanggilku untuk terakhir kali, agar aku tau kau masih ingat aku sehingga aku tak lagi bercerita kepada yang lain antara hati dan perasaan ini saat ini.&lt;br /&gt;Dan pergilah lalu bawa permadaniku untuk hidupmu walau harus ku relakan kau dengannya...&lt;br /&gt;biarkan aku sendiri tanpa teman hati...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-6811165903846440915?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/6811165903846440915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=6811165903846440915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6811165903846440915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6811165903846440915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/04/sebuah-kutipan-hati.html' title='Sebuah kutipan hati'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/STKY2O1SYLI/AAAAAAAAABg/OPWvuKlf_SE/s72-c/ajiiib..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-1920532116061640975</id><published>2008-04-10T00:36:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T02:13:35.794-07:00</updated><title type='text'>Falsafah uluhiyah</title><content type='html'>Sebagai makhluk yang memiliki daya naluri, manusia tidak bisa di lepaskan dari Hakekat keTuhanan yang secara tidak sadar melekat dalam sanubari manusia itu sendiri. Namun manusia itu  sendiri tidak bisa mengkongkritkan bahwa tuhan itu ada. Oleh karena itu, dengan adanya pancaindra dan akal yang ada pada manusia itu sendiri, manusia mencoba merasakan keajaiban, kebesaran dan keindahan alam semesta ini yang lambat laun selalu berubah. Dan dari hal tersebut manusia semakin mempercayai dan meyakini tentang adanya sesuatu yang menguasai alam ini, Dia-lah yang mengatur segalanya  dan Dia-lah yang menjadikan alam dan seisinya, Dia yang Mahakuasa atas sesuatu yang ada&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan akal dan perasaan terhadap "sesuatu yang ada" maka yang pertama kali terfikir adalah adanya sesuatu kekuatan yang tersembunyi yang tidak bisa di tunjukan dimana arah dan tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman akal [primitif] mulai tumbuh khayalan untuk mengungkap keberadaan adanya "yang ada"  itu  dengan wujud menjadi berupa lambang dari perasaannya itu. Bermacam-macam lah perasaan yang timbul, berbeda pula dalam mewujudkan perasaannya itu. Hanya berdasarkan perasaan itu, mereka mulai merasakan hal yang berbeda ketika dekat denganwujud itu, kadang-kadang timbul rasa takut kepadanya dan kadang-kadang timbul rasa haru melihat keindahan dan kebesaran-Nya. Dari situlah mulai di adakannya pemujaan kepada benda-benda yang tinggi sebagai pelampiasan dan perwujudan perasaannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku pendidikan agama Islam karya: Prof. Dr. Hamka di sebutkan bahwa Naluri tentang adanya dzat Tuhan telah melekat dari jutaan tahun silam, sebagai perwujudannya mereka mengikuti alur sebagai mana yang di kaji oleh ilmu Manusia (Antropologi) sebagai berikut:&lt;br /&gt;Kita bisa melihat bagaiman berkembangnya pemujaan kepada yang Ghaib menurut pengaruh keadaan hidup pada masa itu;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Semasa kehidupan Gua, di sembahlah keseraman Rimba, kayu-kayuan dan batu. kemudian di sembahlah gunung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah hidup dari gua batu kesungai maka di sembahlah air yang mengalir, di puja pasang naik dan pasang turun, kadang di sembah pula ikan-ikan besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan di zaman perburuan di pujalah binatang-binatang yang kerap ada hubungannya dengan suku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kehidupan semakin maju dan telah berpindah kezaman bercocok tanam mulailah di rasa pertalian yang rapat diantara langit dan bumi karena kesuburan tumbuh-tumbuhan bertali dengan hujan dari langit, maka mulailah mata menengadah ke langit, di sanalah tampaknya terletak rahasia yang Mahakuasa itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah langit menjadi perwujudan dari perasaan itu, mulailah berkembang pemikiran-pemikiran baru bahwa siang dan malam adalah pembagian dari hidup. Apabila matahari terbit[siang] maka mereka dapat mulai bekerja/berusaha dan apabila matahari terbenam timbullah rasa takut. Timbullah satu penyangkaan bahwa Mathari adalah pusat kekuasaan dan bola merah adalah "mata-Nya", sebab itu maka kalimat hari berarti Tuhan, dan kadang di sebut juga "kala" yaitu masa atau "batara kala".&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di sembahlah Bulan karena pada saat itu mereka berfikir bahwa pengaruh bulan terhadap alam dan pengaruh pasang naik dan pasang surut maka di sembahpula bulan itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah bulan tidak bereaksi, disembahlah bintang-bintang karena pergeseran bintang sangat bertali dengan musim, dan bertambahlah keyakinan terhadap Bintang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah berkembangnya zaman dari kehidupan primitif itu timbullah pemikiran bahwa "aku terlahir dari hubungan intim/bersetubuh antara Ibu dan Bapakku", maka terfikirlah hubungan antara kehidupan manusia karena adanya alat kelamin laki-laki, timbul pula kesan bahwa alat setubuh merupakan rahasia dari kehidupan. Sebab itu dia di pandang sebagai pusaka ghaib dan bertuah yang harus di pelihara dan di puja. maka sejak itulah timbul kesan bahwa alat setubuh itu di saktikan, harus di tutupi baik-baik sehingga menjadi naluri turun-temurunhingga saat ini yang akhirnya menjadi rasa malu dan merasa diri durhaka kalau aurat itu terbuka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kepercayaan itu berkembang hingga menghubungkan kepada Ibu-Bapak bahka menyebabkan Ibu-Bapak itu menjadi pemujaan dan persembahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Majulah pemikiran, setelah rahasia kehidupan terungkap mereka berfikir akan kematian,"kenapa manusia harus mati?" karena seorang keluarga mati dan mereka selalu memimpikannya maka mereka meyakini bahwa di balik jasad yang kasar masih tersembunyi jasad yang halus yang kemudian di sebut "roh" yang kemudian menjadi pemjaan-pemujaan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Perjalanan dalam mencari dan mewujudkan perasaan tentang adanya "yang ada" memberikan satu gambaran penting bahwa Tuhan telah memberikan cahaya ruh-Nya dalam setiap sanubari kita sehingga sangat wajar apabila kita tiba-tiba merindukan-Nya. Sangat Mustahil bagi para filsuf-filsuf yang kemudian tidak meyakini akan ke-Esa-an Tuhan, yang telah menciptakannya itu. Saya sendir yakin kalu para komunis dan mereka yang menganggap bahwa Tuhan tidak ada hanyalah sebuah ungkapa dusta dari makhluk yang merasa paling sempurna. Oleh karena itu jadikan Hati kita sebagai tempat dari singgasana Tuhan dan Tuhan itu hanya satu yaitu Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-1920532116061640975?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/1920532116061640975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=1920532116061640975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/1920532116061640975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/1920532116061640975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/04/falsafah-uluhiyah.html' title='Falsafah uluhiyah'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-5937356127159974322</id><published>2008-04-09T23:45:00.000-07:00</published><updated>2008-04-27T20:51:10.709-07:00</updated><title type='text'>puisi rindu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ibu...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku merindukanmu.....&lt;br /&gt;Betapa suci cinta dan kasih sayangmu,&lt;br /&gt;Aku ingin ada di sisimu saat ini,&lt;br /&gt;dan memelukmu sampai aku tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu...&lt;br /&gt;Berat langkah hidupmu tak kau hiraukan hanya untuk menimangku,&lt;br /&gt;Kau adalah sosok yang terbesar dalam hidupku&lt;br /&gt;tanpa dirimu aku tak mengenal bagaimana aku mencinta&lt;br /&gt;Hanya engkaulah yang mengajarkan ku hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu...&lt;br /&gt;seberapa besar cinta seseorang&lt;br /&gt;tak akan pernah mampu untuk mengalahkan api kasih sayangmu.&lt;br /&gt;saat ini adakah kau merindukanku...??&lt;br /&gt;Aku ingin merangkai bintang hanya ku persembahkan untuk mu.&lt;br /&gt;sebagai tanda bahwa aku merindukanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika saat ini kau hadir dalam mimpi yang nyata&lt;br /&gt;Aku hanya berharap, kau peluk aku dan manjakan aku seperti sedia kala.&lt;br /&gt;karena kaulah yang mengajarkan aku untuk hidup.&lt;br /&gt;saat ini aku merindukanmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ciumlah keningku saat ku tertidur dan dekaplah aku,&lt;br /&gt;dan aku akan menjagamu seperti prajurit menjaga kaisarnya.&lt;br /&gt;ibu...&lt;br /&gt;aku kangeeeeeeeeen banget,&lt;br /&gt;aku pengin ketemu,,,,,,,,,,,,,,&lt;br /&gt;Semoga Tuhanku melindungimu&lt;br /&gt;dan selalu mempermudah langkah pastimu tuk songsong hari depan. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambutlah aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku akan arungi samudera biru&lt;br /&gt;hanya sebentar untuk jauh dari jiwamu.&lt;br /&gt;tapi aku kan tetap menyatukan hatiku dan hatimu,&lt;br /&gt;dan cobalah untuk menungguku.......!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggulah aku di sana,&lt;br /&gt;di dermaga antara hidup dan cinta,&lt;br /&gt;akan ku belah seribu samudera,&lt;br /&gt;ku jadikan jalan untuk cinta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan singgah di ujung cinta tanpa batas,&lt;br /&gt;dengan membawa cahaya dari firdaus,&lt;br /&gt;ku persembahkan seluruhnya untuk raga dan jiwamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rangkaian Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Melangkah ku tak pasti,&lt;br /&gt;dalam rentang malam&lt;br /&gt;ku coba menatap hidup,&lt;br /&gt;surut yang tak ku sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redup memang waktu-waktu ini&lt;br /&gt;mendaki dan tinggi kala ku susuri.&lt;br /&gt;remang-remang bayang hidup yang tak pasti&lt;br /&gt;haruskah ku hitung hingga detikdetik terakhir??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mana kau taruh letak jantung hidup?&lt;br /&gt;agar ku tekan dan dapat ku bersujud.&lt;br /&gt;kan kuberi arti pada hidupku&lt;br /&gt;kan kujaga sampai semua mata terpejam&lt;br /&gt; dan terbelalak dalam dunia yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-5937356127159974322?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/5937356127159974322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=5937356127159974322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/5937356127159974322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/5937356127159974322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/04/puisi-rindu.html' title='puisi rindu'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-1128231730102686191</id><published>2008-04-01T21:24:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T22:04:15.379-07:00</updated><title type='text'>Islam KIRI</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Revolutionare and resistence for imperialism&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Adanya proyek Modernitas yang di gembor-gemborkan sejak abad19 telah mengharuskan Islam melunasi kekurangan dan ketertinggalan Ummat Islam. Melihat dampak dari persaingan global dalam bidang sains dan technologi membuat kondisi Islam semakin terpuruk dan berada di tengkuk lutut para kolonial Asing. Kemenangan dan kejayaan Islam masa Abbasiyah seakan sudah tidak lagi berarti. Islam semakin terjajah dengan model penjajahan terbaru baik dari segi sains dan technologi maupun penjajahan Moral --- sebagai effect dari pengaruh sains --- sehingga berimbas pada terpuruknya khazanah Islamiyah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebenarnya pada masa sebelumnya, Islam mencoba melakukan upaya perubahan seperti yang di lakukan oleh Moh. Abduh dan Jamaluddin al Afghani, namun dengan demikian ide pembaharuan tersebut belum mencapai cita-cita Ummat Islam pada umumnya. Disamping itu memang kondisi Islam yang sedang berhadapan dengan ideologi-ideologi lain seperti kapitalisme dan sosialisme. Ideologi-ideologi itulah yang tetap mengantarkan  Ummat Islam untuk patuh dan tunduk pada kepentingan Barat, padahal disisi lain Islam sengaja di pecah  dengan ideologi tersebut.  Sebagai contoh di mesir, upaya untuk memodernisasi Mesir gagal terutama dalam mengentaskan keterbelakangan , sebabnya antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pertama, &lt;/span&gt;Liberalisme barat yang berkuasa sebelum tahun 1952 telah gagal total karena akhirnya gerakan tersebut jatuh pada kediktatoran sang raja. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kedua, &lt;/span&gt;ideologi sosialisme pada zaman Gamal abul Nasher, gagal dalam mewujudkan keadilan sosial. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketiga, &lt;/span&gt;ideologi marxist yang mengandalkan pada perjuangan kelas pun gagal. Dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keempat, &lt;/span&gt;Gerakan fundamentalis Islam gagal untuk mempertahankan peranan Islam dalam Negara dam umtuk mewujudkan Negara Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Meliahat dari gerakan-gerakan itulah yang kemudian membawa ide "Islam kiri" Hasan hanafi tumbuh sebagai gerakan pembaharuan bagi pemikiran Islam. Islam kiri dalam pandangan Hasan hanafi mempunyai proyek bagaiman merekonstruksi dan memperbaharui [ al turas wa al tajdid], meliputi tiga agenda besar. pertama, sikap kita terhadap tradisi lama. kedua, sikap kita terhadap tradisi barat. ketiga, sikap kita terhadap realitas. Dari tiga agenda besar itulah kemudian memunculkan dimensi-dimensi, dimensi pertama melahirkan seruan merevitalisasi khazanah Islam klassik, dimensi kedua melahirkan Oksidentalisme [penilaian kaum muslim yang mencoba menilai peradaban barat secara obyektif, dalam kata lain Oksidentalisme adalah lawan dari orientalis. Oksidentalisme merupakan faham yang mencoba memaparkan bagaimana Ummat Islam bisa menghindari nilai-nilai barat yang mudlorot dan mengambil nilai-nilai barat yang bermanfaat sebagai kajian kritis terhadap tradisi barat. Dan yang terakhir melahirkan teori penafsiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dlam pemikiran Islam kiri ini mencoba melepaskan Islam dari keterbelakangan dan penguasaan atas Hegemoni barat yang dengan serta merta melucuti ideologi Islam sendiri. Karena itulah Islam seharusnya sudah menciptakan perubahan yang mendasar bagi kemajuan Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-1128231730102686191?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/1128231730102686191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=1128231730102686191' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/1128231730102686191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/1128231730102686191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/04/islam-kiri.html' title='Islam KIRI'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-944268651474655941</id><published>2008-04-01T20:41:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T21:21:40.388-07:00</updated><title type='text'>antara Lontong dan batu nisan</title><content type='html'>Ya, itu lah yang kemarin malam terus ada di pikiran saya. Keadaan sosial yang terjadi di Negri ini memang semakin tidak berimbang, ini bukti dari keterasingan sebuah keadilan yang tertutup. Kadang saya berfikir Negri ini hanyalah sebuah Utopia yang melambungkan angan dan harapan saja, yang kaya semakin kaya dengan modal kekayaannya dan yang miskin akan semakin miskin dengan ketertinggalannya. Apa yang sebenarnya mengakibatkan realita ini semakin menjadi-jadi? sebagai Makhluk yang punya hati nurani tentu tidak akan terima ketika Negri ini menjadi sebuah komodity bagi para Kapitalis yang akan menelanjangi Negri ini, sehingga sangat wajar ketika banyak saudara kita kelaparan dalam lumbung padi yang besar. Saya tidak bisa menyalahkan anak bangsa atau bangsa yang telah membesarkan saya, karena Bangsa ini lahir lebih awal dari pada Negri ini. ingat! tanggal 10 Nopember 1928, para Pemuda bersatu mengumandang Sumpah sebagai tanda telah di deklarasikannya sebuah Bangsa yang besar walau kita tahu pada zaman kerajaan majapahit, patih Gajah Mada telah mengumandangkan Sumpah Palapanya lebih dahulu, tapi ini jelas bahwa bangsa ini lahir lewbih awal yang kemudian barulah pada tanggal 17 agustus 1945 di kumandangkan dan lahirlah Negri yang bernama Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, sebagai Negri yang terlahir karena sebuah Aborsi yang di lakukan oleh The founding father untuk menyelamatkan bangsa ini justru menjadi sebuah bomerang. Negri yang seharusnya tunduk terhadap Bangsa malah berbalik seratus delapan puluh derajat, Negri inilah yang kemudian menguasai Bangsa dan itu tidak pernah di sadari oleh kita sebagai anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Lontong dan batu Nisan, sebenarnya saya menulis ini karena ketidakpuasan saya terhadap keadaan negri. Dalam beberapa hari yang lalu saya harus di suguhi dengan ketertindasannya Rakyat kecil, yang semakin tidak punya Hak hidup di Negri ini, Negara yang katanya akan menanggung Rakyat--- fakir miskin serta anak yatim --- justru kewalahan dan semakin mencaci maki rakyat itu sendiri, begitu kejamnya Negri ini.&lt;br /&gt;Tidak lama berselang, pada pertengahan malam, Kota yang menjadi sumber pencarian rezeki dan ibukota negara menunjukan perilaku yang mengenaskan, saya hanya bisa diam dan terpaku melihat seorang lelaki yang sudah hidup sekitar 60 tahun itu dengan sepucuk sapu lidi di tangannya dan kantong sampah di sebelahnya, berjam-jam saya tunggu walaupun saya merasa lelah tetapi ada satu yang menarik sehingga saya tidak mau beranjak pulang, dengan ketelatenan dalam menyapu, jalan yang biasa di injak oleh roda-roda mewah, bersih seketika itu. Lelah rasanya lelaki tua itu menyapu, di sandarkannya sapu itu dan dia duduk di bahu jalan, lalu saya mencoba menghampiri dan duduk bersama. kemudian lelaki tua itu mengambil tembakau yang akan di lintingnya, sayapun di tawari untuk kemudian merokok bareng. Cerita demi cerita terlantun dalam keheningan malam itu, sambil menyanyikan lagu khas Jawa, lelaki tua itu sebentar-bentar melamun dan bercerita. Ternyata dia adalah seorang pejuang veteran, yang di telantarakan oleh pemerintah, pemerintah tidak lagi menghargai perjuangannya dalam membebaskan tanah air ini dari para imperialis-imperialis bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar berbagai cerita itu saya menjadi iba melihat seorang pejuang justru malah di bayar dengan kesengsaraan,"kalau engkong boleh milih, engkong lebih milih zaman penjajahan" katanya sambil ngisep lintingannya. saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali hanya menyesali perilaku Negri yang di besarkan oleh bangsa malah berbalik membunuh bangsanya sendiri dengan modal kecerdasannya itu. Sementara itu para pemerintah lagi gencar-gencarnya menyibukkan diri untuk nguber rezeki yang belum tentu halal, yah buktinya mereka masih kong-kalikong buat balapan korup sebanyak-banyaknya tanpa diketahui KPK, waduh semrawut tenan Negri ini yaw...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita di atas itulah saya mulai berfikir ternyata, bahwa saya saat ini hidup di Negri dongeng yang hanya bisanya cuma dongeng tok, sampai kapan pun juga tetap dongeng. Makanya yang hidup di negri ini tinggal menentukan antara lontong alias mau Hidup atau batu Nisan alias Mati di tindas Negrinya sendiri. Tapi, saya selalu bangga dengan bangsa yang melahirkan saya bukan bangga terhadap negara ini.&lt;br /&gt;Satu pertanyaan buat pembaca, Apa yang akan kita perbuat, jika sudah tahu tentang keadaan yang demikian dan saya yakin andapun sudah menyaksikan langsung dalam pandangan anda sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-944268651474655941?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/944268651474655941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=944268651474655941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/944268651474655941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/944268651474655941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/04/antara-lontong-dan-batu-nisan.html' title='antara Lontong dan batu nisan'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-5481030703726784714</id><published>2008-03-23T21:55:00.003-07:00</published><updated>2009-04-03T06:25:54.703-07:00</updated><title type='text'>Cerpen pertama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masa-masa buih cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;cinta pertama tidak akn pernah terlupakan, walaupun ceritanya begitu menyakitkan" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;begitulah yang pernah di sampaikan Kahlil gibran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ketika masa puber pertama tengah kuhadapi, aku harus bersimpuh dengan rasa yang memang tak pernah ku rasa sebelumnya. Saat-saat di mana aku harus bergetar dengan denyutan nadi yang kencang itulah hari-hari pertamaku harus merindukan seorang gadis dari kampung sebelah yang akrab di panggil "Siti". menginjak usiaku yang dewasa, aku semakin mengenal sosok seorang Siti, Dua tahun sudah aku harus bersanding dalam satu kelas yang sama bersamanya, namun rasa cinta dan sayang itu tak pernah terungkap. Paras yang cantik dan jadi inceran banyak cowo di sekolah menengah pertama itu, semakin menggoda Hatiku untuk bicara jujur di hadapnya, namun rasa was-was dan nerves menggangguku terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Perjalanan waktu yang kian sombong terkadang harus menyayat hati ketika mendengar bahwa Siti telah jadian dengan cowo lain, tapi sikapku yang bandel dan di anggap paling rese dan nyebelin justru bisa ngobatin rasa kecewa. Aku hanya bisa berharap kalau Siti bisa merasakan getar cinta di hatiku, berkali-kali aku Caper di hadapnya tidak pernah merubah Siti untuk menjemput getar cintaku saat itu.  Dalam benakku sering berfikir &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;yah,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;maklum Siti kan orangnya Pintar di kelas dan selalu dapet rangking urutan 1 atau 2, jadi gak mungkin dong seorang Siti mau berbagi rasa sama aku yang berandal ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tapi sesekali aku harus di jawab oleh hati kecilku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;" Semua yang ada di Dunia ini gak ada yang gak mungkin"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; psikologi ku semakin tergoncang hanya karena harapan yang terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Hari berganti hari, waktu semakin menyingkat umur mudaku, beranjak dari satu tingkat ketingkat III, aku pun masih dalam kelas yang sama dengan Siti. walau begitu aku sedikit telah mampu untuk mendustakan rasa itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;yupz,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; memang waktu itu aku tak begitu akrab dengan Siti, apalagi ngobrol bareng, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;" &gt;wong,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; aku senengnya ganggu dia terus koq. tapi cerita memang bisa berubah, karena waktu pun berubah, kelasku gempar seketika dengan gosip yang bercerita kalau Siti suka sama aku. Aku tak pernah perduli dengan hal itu hanya kenyataan yang bisa meyakinkan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Fajar mulai telanjang, pagi pun mulai beranjak, burung-burung berkicau menyambut pagi yang cerah, secerah perasaanku saat itu, entah kenapa hari itu raut bahagia memandu derap langkah ku yang dekil. Aku menjalani hari-hari yang baru dalam kelas yang baru dengan berbagai cerita yang baru pula, hingga denting bel bergema menandakan jam sekolah telah usai. tidak biasanya aku melangkah pulang dengan lambat bak ulat di daun. Tiba-tiba,"ron,,,!" suara memanggil dari belakangku, seakan menyuruhku untuk berhenti, akupun mencoba menengok kebelakang, dengan wajah tersenyum manis Siti memanggilku. Spontan aku pun menjawab panggilan penuh rasa itu " ada apa Sit..?" , dengan nada indah Siti melanjutkan pembicaraan "aku pengin cerita sama kamu!" jawab Siti dengan malu-malu. Cerita dan cerita pun bersambung bak nelayan mendayung hingga tibalah di tepian cerita, dari situlah keakraban semakin menjelma menjadi tautan persahabatan yang kian terjalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Detik-detik getar cinta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dari keakraban itu timbullah rasa yang aku tunggu selama Dua tahun, tanpa aku sadari aku semakin dekat dengan Siti, dari situlah aku semakin banyak berhayal dengan lamunan yang aku manjakan. Aku jadi seperti orang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;edan&lt;/span&gt; yang kadang tersenyum sendiri melihat gambar yang berjalan dalam otak-otakku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaw,&lt;/span&gt; benar-benar ada yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;konslet&lt;/span&gt; di antara jaringan otakku. "Siti-siti...! kenapa sih kamu menghantuiku terus, padahal kan aku paling takut ama hantu, he...he...!!" celetukku dalam kegelapan malam. "kenapa aku harus mikirin dia terus sih! emang gak ada yang aku pikirin lagi apa? tapi Siti mikirin aku gak ya?" suasana malam itu jadi tambah kacau, aku terus dan terus bertanya pada hati kecilku,"ah, buat apa aku mikirin Siti,belum tentu dia mikirin aku" begitulah pertanyaan yang aku jawab sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hari kehari, keakraban &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;semakin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;mengusung persahabatan yang dalam sehingga menjelma lah sebuah rasa dimana hanya cinta yang aku rasakan saat itu, ternyata Siti pun merasakan hal yang sama, walau kita sempat bingung kenapa semua bisa jadi begini dan begitu? tapi biarlah waktu yang menjadi jalan dan hanya aku dan Siti yang menjalani dansaat itu aku dan Siti tidak pernah tahu kapan dan diman cinta kita di Deklarasikan dengan semangat yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan cinta memang tak seindah yang ku bayangkan, kerikil-kerikil tajam ku lewati dengan penuh pengorbanan, jalan yang berliku dan mendaki ku tapak tanpa penyesalan karena semua itu hanyalah cinta yang menguatkanku pada ketegaran cinta sehingga dapatlah aku melewati semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang saat itu seorang laki-laki kecil yang bandel dan rese, seketika di permak oleh cinta Siti. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yah,&lt;/span&gt; aku semakin merasa gak bebas hidup yang selalu di kontrol, Siti begitu tegas dalam mengajariku bagaiman hidup yang tertib karena hidup hari ini bukan untuk hari ini saja tapi masa depanlah jawabnya, itulah salah satu yang di ajarkan Siti yang masih aku ingat. Aku semakin di jahit dengan kedewasaan, Siti selalu memberikan aku Nutrisi yang banyak dan penuh dengan kolostrum-kolostrum cinta sehingga pendakian kedewasaan berkembang pesat. Kebiasaan menambah jumlah point kenakalan di sekolah menjadi berkurang drastis, itulah Siti yang bisa merubah aku dengan cinta.&lt;br /&gt;Hidup semakin terasa indah, seakan-akan Dunia ini hanya milik aku dan Siti sedang mahluk yang lain hanya ngontrak saja. Di kelas selalu kita taburi dengan cinta sampai-sampai tembok belakang kelas menjadi tempat kita mencurahkan isi dalam hati, di tambah dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;study and tour  &lt;/span&gt;ke beberapa 'ulama terkenal di tanah jawa membuat cinta semakin menjadi-jadi, dan khayalan tetap melambung tinggi walau Siti telah jatuh dalam pangkuan cintaku. Cinta itu kita ukir di setiap dinding-dinding hati, dan akan tetap abadi dalam hati dan sanubariku, entah dalam hati Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu semakin memanjakan, dengan banyaknya buaian-buaian laksana bisa ular cobra yang dengan cepat meracuni korbannya. Jeritan gombal membuahkan kedamaian, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yah &lt;/span&gt;gimana lagi cinta memang buta koq, sampai-sampai aku makan pun di suapin, begitu memanjakannya cinta itu hingga aku tak sanggup melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masa-masa perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Hanya tinggal berapa pekan lagi, kumandang lagu-lagu sebuah kelulusan di gelar. Cinta yang kita bangun di atas pondasi yang kuat, harus kian rapuh melihat dan mendengar masa yang akan kita lewati.&lt;br /&gt;"Mau gak mau kita harus pisah tapi bukan berarti kita pisah dengan cinta kita" kataku sambil mengusap pundak Siti,&lt;br /&gt;"aku akan merasakan rindu yang tak terbendung, sehari tanpa cintamu bagai sejuta tahun tak melihat wajahmu" kata Siti sambil menangis.&lt;br /&gt;"ya iyalah, kalo sejuta tahun mah sama aja kamu udah lupa sama aku, emang masih inget apa?" jawabku sambil bercanda menghibur Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu seperti mengejar, sampailah di ujung perpisahan tanpa satu kelas lagi dengan Siti. aku semakin jauh dan tidak terdeteksi lagi oleh Siti, hanya kepercayaan lah yang bisa menjaga. berbagi ceritapun ku ukir dengan Siti, sehingga tampak keindahan sebuah kenangan-kenangan berbunga melati.&lt;br /&gt;Tiga tahun sudah kulewati cinta dengan Siti, karena sebuah kepercayaan yang semakin runtuh membuat eksistensi cintaku semakin samar-samar. Sitipun mencoba menguji Cintaku dalam kejauhan, dengan berbagai tipu muslihat mencoba menggiurkan aku, masih cintakah aku pada Siti, permainan itu justru tidak tepat sasaran. tapi, Siti tetap mengira aku telah menodai cinta suci yang telah lama kita bangun itu.&lt;br /&gt;"mencintaimu adalah kesalahan terbesar" itulah ungkapan yang di sampaikan lewat sebuah Hp mungil kepadaku, betapa sakit dan kecewa perasaanku, lagi-lagi hanya cinta yang mengobati lukaku. Sampai pada luapan hari menjadi tahun, aku gak lagi berkomunikasi dengan Siti apalagi melihat wajahnya yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat dua tahun melewati perjalanan tanpa kepastian sebuah putusnya hubungan, aku masih yakin bahwa Siti masih mencintaiku dan akupun begitu, tapi keadaan tiba-tiba berubah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kata seorang kerabatku,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Siti telah menjalin asmara dengan berganti-ganti cowo,akupun gak langsung percaya gitu aja. Kenyataan pun tersingkap hingga aku percaya bahwa Siti telah bercinta dengan laki-laki yang pernah aku didik dalam berorganisasi&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. &lt;/span&gt;Tapi biarlah Siti menjalin dengan siapa aja yang penting dia bahagia tanpa paksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba melupakan, justru yang ku dapat hanyalah kesedihan, mengenang dawai-dawai asmara kala bersamanya.&lt;br /&gt;"aku bener-bener belum putus sama Siti" kataku dalam hati, "aku akan coba tuntut Siti dengan cinta ini" hatiku mencoba meyakinkan.&lt;br /&gt;Akupun beranjak untuk meminta kepastian kepada Siti, agar aku gak lagi di buntuti dengan rasa amarah dan kecewa karenanya.&lt;br /&gt;"Masih mungkinkah kubuka pintu cintamu dengan kunci yang pernah ku patahkan" itulah kata yang pernah kusampaikan agar Siti bisa tahu dan merasakan betapa aku masih mencintainya, tapi hingga saat ini, saat di mana aku dan Siti semakin beranjak dewasa, beranjak pada bangku kuliah, tetap tidak membuka hati untuk menyadarkan Rasa yang pernah kita lukis bersama itu. Aku hanya berharap Siti merasakan getar cinta kala cintaku tanpa pelukan cintanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..........................OOO=THE END=OOO.........................&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-5481030703726784714?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/5481030703726784714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=5481030703726784714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/5481030703726784714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/5481030703726784714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/03/lawang-lawang-cintaku.html' title='Cerpen pertama'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-7198967478414986251</id><published>2008-03-22T06:33:00.000-07:00</published><updated>2008-03-22T06:41:56.060-07:00</updated><title type='text'>Plato dengan karyanya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Plato pernah berkata dalam [Diotima of mantineia]:&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Doktrin cinta dimana mampu menciptakan&lt;br /&gt;pandangan kebahagiaan&lt;br /&gt;dan mengemukakan bagaimana idealnya mistikus&lt;br /&gt;dari semua aliran setelahnya&lt;br /&gt;dan bagi mereka yang mencari jalan&lt;br /&gt;menuju TUHAN melalui CINTA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-7198967478414986251?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/7198967478414986251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=7198967478414986251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7198967478414986251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7198967478414986251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/03/plato-dengan-karyanya.html' title='Plato dengan karyanya'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-9092253801233561499</id><published>2008-03-22T06:14:00.000-07:00</published><updated>2008-03-22T06:17:40.536-07:00</updated><title type='text'>Hakikat Mahabah kepada TUHAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;            Orang akan merasa sulit ketika di Tanya apa hakikat cinta sejati dan untuk siapa cinta sejati itu?. Cinta atau &lt;i style=""&gt;mahabah&lt;/i&gt; adalah rasa yang hanya bisa di rasakan oleh yang merasakan saja dengan segala perasaan yang dimilikinya dengan harapan untuk memiliki, begitu kiranya definisi cinta menurut penulis. Seorang pecinta akan di butakan oleh cintanya itu, ia akan rela untuk menderita, apapun akan di berikannya dan akan ia korbankannya demi mendapatkannya cinta itu. Sejatinya keindahan cinta itu hanya di dapat ketika kita mengejar cinta Sang &lt;i style=""&gt;Khaliq&lt;/i&gt;, kecintaan itu tidak pernah ada yang membatasi bahkan lebih luas dari pada sekumpulan tata surya yang kita ketahui. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Cinta [&lt;i style=""&gt;mahabah&lt;/i&gt;] dalam kalangan sufi di anggap tahapan tertinggi yang dapat di capai oleh seorang ahli ( yang menyelaminya ). Seorang dalambercinta, seperti yang di ungkapkan oleh Margaret Smith, cinta adalah kepuasan hati (&lt;i style=""&gt;ridlo&lt;/i&gt;), kerinduan (&lt;i style=""&gt;syauq&lt;/i&gt;)&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;dan keintiman (&lt;i style=""&gt;uns&lt;/i&gt;). Ridlo mewakili --- pada satu sisi --- ketaatan tanpa di sertai adanya penyangkalan dari seorang pecinta terhadap kehendak yang di cinta. Syauq adalah kerinduan sang pecinta untuk bertemu dengan kekasih. Dan Uns adalah hubungan intim yang terjalin antara dua kekasih spiritual itu. Dari tahapan cinta ini seorang ahli akan langsung meraih &lt;i style=""&gt;ma’rifat&lt;/i&gt;, dimana ia akan mampu menyingkapkeindahamn Allah dan menyatu dengan-Nya --- Suatu penyatuan yang terjadi bukan hanya di Dunia saja melainkan di abadi hingga kehidupan akhirat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Unsur utama adalah Ridlo, tidak mudah seorang dalam mengejar cinta, penderitaan kerap di hadapi, pengorbanan akan di tempuh dan semua itu hanyalah karena cinta. Ketika kita merasakan cinta dengan beberapa tahapan di atas, kita harus selalu ikhlas dalam menghadapi dan menerima segala penderitaan dan rela (ridlo) memberikan pengorbanan demi &lt;i style=""&gt;manifestasi&lt;/i&gt; kepada Sang Khaliq. Al-Qusyairi memberikan gambaran definisi ridlo dari sebuah ucapan dari seorang sufi sejati, ” ’Atba al-Ghulam yang menghabiskan malam-malamnya dengan mengucapkan,’ jika Engkau menghukumku, aku akn tetap mencintai-Mu, dan jika Engkau mengasihiku, aku akan tetap mencintai-Mu, bagaimanapun aku akan tetap mencintai-Mu’ “. Sedangkan Al-Hujwiri membagi empat golongan manusia yang rido terhadap Allah: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mereka yang ridlo dengan pemberian Allah yaitu Ma’rifat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mereka yang ridlo dengan kebahagiaan yaitu Dunia ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mereka yang ridlo dengan penderitaan yaitu Ujian-ujian-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mereka yang ridlo dengan pilihan-Nya yaitu Cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terhadap dua golongan yang terakhir ini ia mengatakan: ” Bagi mereka yang ridlo dengan penderitaan yang di kirim oleh Allah kepadanya, ia akan merasa ikhlas karena dalam setiap penderitaannya itu ia akan selalu merasa di temani dan merenungi kekasihnya itu. Demi cintanya kepada Allah ia tidak akan memperdulikan keduniawian dan terbebas dari keterikatan ”keadaan” serta mengabdikan dirinya hanya pada cinta Allah semata”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Unsur lainnya dalam mahabah adalah Syauq, jiwa yang membara oleh kerinduan kepada Allah. Jika seorang telah merasakan rindu, kapanpun dan dimanapun ia akan selalu teringat akan kekasihnya itu, ia akan selalu memanggil baik &lt;i style=""&gt;dzohiron &lt;/i&gt;atau &lt;i style=""&gt;bathinan&lt;/i&gt;. As-Saraj juga berbicara tentang kerinduan sebagai, ”api yang Mahatinggi yang Dia nyalakan di setiap hati para sufi, sehingga mampu membakar setiap Nafsu, keinginan, rintangan dan kebutuhan samawi yang ada di hati mereka”. Seorang akan mencapai tingkatan tertinggi dari Syauq adalah ketika ia merasakan kedekatannya dengan Tuhan, melihat Tuhannya berada dekat dengannya dan ia yakin tidak akan meninggalkannya. Sehingga ia akan mencapai pada ekstasi (mabuk) dengan Tuhannyadengan merasakan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan. Ia akan merasakan rindu ketika ia merasa jauh dari-Nya itu, tetapi kenyataannya Allah itu tidak menjauh dari dirinya. Ungkapan kerinduan ini seperti yang pernah di ucapkan oleh seorang wanita sufi, Rabi’ah. ”&lt;i style=""&gt;Dengan cinta rindu, ku sibukkan diriku dengan&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;mengingat-ingat-Mu selalu, dan bukan selain-Mu&lt;/i&gt;”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Unsur selanjutnya adalah keintiman (&lt;i style=""&gt;uns&lt;/i&gt;). As-Saraj membahas masalah ini dengan kebahagiaan hati sang kekasih karena di dalam kehadiran Allah, kedekatannya kepada Allah dan kebesaran-Nya. Semua unsur ini menyatu menjadi kan suatu keintiman dengan yang Agung. Al-junayd menganggap &lt;i style=""&gt;Uns &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebagai tanda dari cinta yang sempurna yaitu dimana Hamba itu akan selalu mengingat Allah di dalam hati, di dalam kebahagiaan, kesenangan, kerinduan membara dan keintiman mendalam kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Begitulah kiranya mahabah yang hakiki dalam memanifestasikan kecintaan kita kepada Allah, karena tidak ada yang pantas kita cintai melebihi cinta kita kepada Sang Khaliq, Allah SWT. Karena tidak ada yang memiliki apa-apa kecuali hanyalah Dia yang Maha segala-galanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-9092253801233561499?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/9092253801233561499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=9092253801233561499' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/9092253801233561499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/9092253801233561499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/03/hakikat-mahabah-kepada-tuhan.html' title='Hakikat Mahabah kepada TUHAN'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-4144072281308661419</id><published>2008-03-22T00:42:00.000-07:00</published><updated>2008-11-13T00:58:58.072-08:00</updated><title type='text'>RABI'AH AL ADAWIYAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/R-TDvfJsubI/AAAAAAAAABI/FVrlA7WbgZQ/s1600-h/bendera.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180480691966359986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/R-TDvfJsubI/AAAAAAAAABI/FVrlA7WbgZQ/s200/bendera.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;Aku mencintaiMU dengan dua macam cinta,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;cinta rindu dan Engkau layak tuk di cintai.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;dengan cinta rindu,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;ku sibukkan diriku dengan mengingat-ingatMU.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;sedangkan cinta karena Engkau layak tuk di cintai,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;di sanalah Kau menyingkap hijab-MU&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;agar aku dapat memandang-MU.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;Namun, tak ada pujian dalam ini atau itu,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;segala pujian hanya untuk-Mu dalam ini atau itu.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-4144072281308661419?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/4144072281308661419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=4144072281308661419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4144072281308661419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4144072281308661419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/03/rabiah-al-adawiyah.html' title='RABI&apos;AH AL ADAWIYAH'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/R-TDvfJsubI/AAAAAAAAABI/FVrlA7WbgZQ/s72-c/bendera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-4107446141209574370</id><published>2008-03-19T00:34:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T00:33:15.678-07:00</updated><title type='text'>karya puisiku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;=tunggulah aku...=&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Aku akan arungi samudera biru,&lt;br /&gt;hanya sebentar untuk jauh dari jiwamu.&lt;br /&gt;tapi aku aka menyatukan hatiku dan hatimu.&lt;br /&gt;cobalah untuk bisa menungguku...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggulah aku di sana,&lt;br /&gt;di dermaga antara hidup dan cinta,&lt;br /&gt;akan ku belah seribu samudera,&lt;br /&gt;untuk ku jadikan jalan cinta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku akan singgah di ujung cinta tanpa batas,&lt;br /&gt;dengan membawa cahaya dari firdaus.&lt;br /&gt;kan ku persembahkan seluruhnya untukmu,&lt;br /&gt;bersediakah kau menungguku..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masihkah ada kesetiaan untukku,&lt;br /&gt;untuk ku jadikan bidadari di Nirwana.&lt;br /&gt;Tapi di manakah kau sekarang,&lt;br /&gt;aku mencarimu, untuk membantuku.&lt;br /&gt;[april 2003]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;=Tuk para pencariku=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aku ingin bicara di langit&lt;br /&gt;tentang dia yang menghampiriku.&lt;br /&gt;aku ingin dia tau&lt;br /&gt;kalau aku bukanlah yang diharapkannya.&lt;br /&gt;jika dia datang untuk menjemputku,&lt;br /&gt;aku akan terbang dengan primadaniku.&lt;br /&gt;jika dia tau apa mau ku,&lt;br /&gt;maka tinggalkan aku sendiri di ujung cerita tanpa batas.&lt;br /&gt;[august '06]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;=Cincin tak bermata=&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;cincin&lt;/em&gt;&lt;em style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 102);"&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt; tak bermata.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;yang datang dari bukit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;hinggap di tubuh yang renta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;Ingin ku pegang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;tapi tak pernah ku dapat kan sinar itu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;justru ku dapatkan sinar yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;biarkan sinar itu lari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;cincin yang tak bermata dan telah buta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;cincin tak bermata yang telah sombong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;masihkah ada sinar untukku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;biar ku simpan dalam jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;cincin bermata  yang telah buta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;dan akan membutakan semua perasaan yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[july '06]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahu kah tentang rasa itu...?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Tak bisa aku pungkiri,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;bahwa aku adalah seorang Manusiawi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;yang kadang punya rasa bahkan lebih dari rasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Rasa yang hanya bisa di rasakan oleh yang merasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;perasaan yang terasa hingga ke lubuk jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Jiwa ini merasakan perasaan yang tak pernah di rasakan setiap waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Karena waktu tak pernah merasakan apa yang seharusnya di rasakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Perasaan yang membuat Gambaran, bayangan serta Imajinasi yang kosong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;semua makhlul pasti merasakan perasaan yang jarang di rasakan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Tahukah kau tentang perasaan itu...??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                                                                                     [juni '05]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di sebuah tenda&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ejuta langkah ku lepas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sejuta keringat kuperas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di malam entah milik siapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hutan yang rindang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saksi bisu petualangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;antara Hidup dan keberanian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku hirup Udara yang dingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;membeku dalam tenda-tenda kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku tatap indahnya malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mendamaikan jiwa yang semakin gersang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ku telusuri jejak langkahku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tuk melihat keagungan-Mu&lt;br /&gt;[september '05]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-4107446141209574370?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/4107446141209574370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=4107446141209574370' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4107446141209574370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/4107446141209574370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/03/aku-ingin-bicara-di-langit-tentang-dia.html' title='karya puisiku'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-1551151249481177345</id><published>2008-03-19T00:00:00.001-07:00</published><updated>2008-03-19T00:03:06.310-07:00</updated><title type='text'>Peradaban Islam Masa Kekuasaan Mughol di India</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kerajaan mughol berdiri seperempat abad sesudah berdirinya kerajaan safawi.kerajaan ini termasuk dari tiga kerajaan besar Islam dan kerajaan inilah termuda. Awal kekuasaan Islam di India terjadi pada masa khalifah Al-walid dari Dinasti Bani Umayah, di bawah pimpinan Muhammad Ibnu Qosim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kerajaan Mughol di India dengan pusat kotanya &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Delhi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sebagai ibu &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kerajaan, di dirikan oleh Zahirrudin Babur ( 1482-1530 M ) salah satu dari cucu Timur lenk. Ayahnya bennama Umar Mirza, penguasa Ferghana. Babaur mewarisi daerah Ferghana dari orang tuanya pada Usia 11 tahun. Karena dari kecil di didik sebagai seorang panglima, ia bertekad dan berambisi akan menaklukan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; terpenting di Asia Tengah yaitu &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Samarkand&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Pada mulanyta Babur mengalami kekalahan, tetapi karena mendapat bantuan dari Raja Safawi, Ismail I, akhirnya berhasil menaklukan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Samarkand&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pada Tahun 1494 M. pada tahun 1504 M, ia menduduki kabul, ibukota Afghanistan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada tahun 1525 M, Babur menguasai &lt;st1:place&gt;Punjab&lt;/st1:place&gt; dengan ibu kotanya &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Lahore&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Pada tanggal &lt;st1:date year="1526" day="21" month="4"&gt;21 April 1526&lt;/st1:date&gt; M, Babur menguasai &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Delhi&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; setelah bertempur di Panipat sebagai pemenang. Dengan demikian, Babur dapat menegakkan pemerintahannya di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, maka berdirilah kerajaan Mughol di India.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Setelah kerajaan Mughol berdiri, Babur tetap berusaha mengalahkan kaum-kaum opposisi dari Raja-raja Hindu di seluruh &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, begitu juga di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Afghanistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masih terdapat golongan yang berusaha memberontak untuk menentang Babur. Namun, hal ini dapat di selesaikan dengan pertempuran di &lt;st1:place&gt;Gogra&lt;/st1:place&gt; tahun 1529 M dengan kemenangan di pihak Babur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada tahun 1530 M, Babur meninggal Dunia dalam Usia 48 tahun setelah memerintah Mughol selama 30 tahundengan mewarisi kejayaan-kejayaan yang cemerlang. Pemerintahan selanjutnya di pegang oleh anaknya Humayyun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sepanjang masa pemerintahan Humayyun selama 9 tahun ( 1530-1539 M ) Negara tidak pernah Aman. Pada tahun 1540 M terjadi pertempuran dengan Sher Khan di Kanauj. Dalam pertempuran ini Humayyun mengalami kekalahan, ia terpaksa melarikan diri ke &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Kandahar&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dan selanjutnya ke &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Persia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Dengan bantusn Raja &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Persia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;,Tahmasp, ia menyerang musuh-musuhnya dan akhirnya ia dapat mengalahkanSher Khan. Ia pun kembali menduduki kerajaan Mughol pada tahun 1555 M. setelah tahun itu ( 1556 M), ia meninggal Dunia karena jatuh dari tangga perpustakaannya, Din panah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Humayyun di gantikan anaknya, Akbar, yang berusia 14 tahun. Karena ia masih muda, urusan kerajaan di serahkan kepada Bairam Khan, seorang Syi’i. pada masa Akbar inilah kerajaan Mughol mengalami masa keemasannya, walaupun pada awal pemerintahannya mengalami terjadi pemberontakan sisa-sisa SherKhan yang masih berkuasa di &lt;st1:place&gt;Punjab&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada tahun 1556 M terjadilah peperangan yang dahsyat,di sebut Panipat II yang di menangkan Akbar. Setelah Akbar beranjak Dewasa terjadilah konflik Internal, Bairam Khan yang ia percayai sebagai Syi’i ternyata harus berkhiyanat pada Akbar. Bairam Khan lebih menginginkan menjadi pemberontak karena ia berusaha menyebarkan aliran syi’ah, namun konflik Internal ini segera dapat di atasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Akbar mulai menyusun strategi dalam pemerintahannya itu, ia berusaha membangkitkan perekonomian Negara dan pertahanan Negara, sebagai wujud untuk menghalangi pemberontakan-pemberontakan yang akan terjadi kembali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Akbar juga menerapkan sistem politik Militer, yaitu pejabat-pejabat sipil di haruskan mengikuti Latihan kemiliteran dan di beri jenjang pangkat bercorak militer. Akbar juga menerapkan sistem politik &lt;i&gt;Sulakkhul &lt;/i&gt;( toleransi universal ). Dengan politik ini, semua rakyat &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; di pandang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dengan sistem yang di terapkan Akbar, akhirnya membawa kemajuan. Dalam bidang ekonomi, Akbar memfokuskan pada masalah pertanian sehingga terjadilah kemajuan yang luar biasa pada bidang ekonomi khususnya pertanian, pertambangan dan perdagangan. Di samping untuk kebutuhan dalam Negri, hasil pertanian itu di Ekspor ke Eropa, Afrika, &lt;st1:place&gt;Arabia&lt;/st1:place&gt;, dan &lt;st1:place&gt;Asia&lt;/st1:place&gt; tenggara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Berkembangnya bidang Ekonomi, memancing Akbar untuk mengembangkan bidang lain seperti halnya bidang seni dan budaya yang pada akhirnya juga berkembang pesat. Bidang seni lebih di fokuskan pada karya seni Arsitektur, sehingga dapat di nikmatin hingga masa kini seperti Istana Fatpursikri, villa, Masjid berlapiskan Mutiara, Taj mahal, Majid raya Delhi dan Istana Indh di Lahore.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kemajuan kerajaan Mughol ini dapat di pertahankan oleh tiga sultan seteklah Akbar yaitu Jehangir ( 1605-1628 M), Syah Jehan ( 1628-1658 M), dan Aurangzeb ( 1605-1707 M). setelah sultan-sultan itu, kemajuan kerajaan mughol tidak dapat di pertahankan lagi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-1551151249481177345?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/1551151249481177345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=1551151249481177345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/1551151249481177345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/1551151249481177345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/03/peradaban-islam-masa-kekuasaan-mughol_19.html' title='Peradaban Islam Masa Kekuasaan Mughol di India'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-8847086492324324284</id><published>2008-03-18T23:51:00.000-07:00</published><updated>2008-03-18T23:54:55.462-07:00</updated><title type='text'>Islam Kiri</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    Islam “kiri” atau &lt;i style=""&gt;Al yasar al islam &lt;/i&gt;(B. arab) bukanlah suatu aliran atau golongan tetapi merupakan sebuah pemikiran modern Islam dalam menghadapi persaingan Global saat ini. Sebelum menganalisis Islam “kiri adalah penting untuk terlebih dahulu mendefinisikan istilah “kiri”. Pada hakekatnya istiklah “kiri” berasal dari wacana politik. Awalnya setelah revolusi perancis , kelompok radikal Jacobin mengambil posisi sebelah kiri dari pimpinan kongres. Sejak saat itulah istilah “kiri” dan “kanan” menjadi populer dan sering di pakai dalam percaturan politik. Istilah “kiri” mengandung arti sebuah partai yang berkecenderungan radikal, sosialis, anarkis, reformis, progresif dan liberal. Hal itulah yang melatar belakangi adanya &lt;i style=""&gt;al yasar al Islam &lt;/i&gt;atau Islam “kiri” yang di cetuskan oleh Prof. Hasan Hanafi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Dalam Islam “kiri” berusaha menghilangkan kekerasan atas kaum miskin dan tertindas. Islam “kiri” juga berusah menegakkan Hak dan Kewajiban di antara seluruh anggota Masyarakat. Tentu ini memperjelas maksud dari Islam “kiri” dalam merespon kondisi Ummat saat ini. Pendeknya, “kiri” adalah kecenderungan sosialis dalam Islam. Hasan Hanafi juga memaparkan maksud dari Islam “kiri” bahwasannya “kiri” memihak kepada yang di kuasai, yang tertindas dan yang menderita. Dalam terminologi ilmu politik, “kiri” merupakan perjuangn dan kritik. “kiri” juga datang untuk merehabilitasi Rasionalisme, Naturalisme, Liberalisme dan Demokrasi dalam khazanah Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Dalam hal ini Implementasi Islam “kiri” tidak selalu di tunjukan dengan sikap Anarkis dan Radikal dalam setiap perilaku dalam memperjuangkan Hak-hak Rakyat cilik, tetapi Islam “kiri” mencoba membuka sebuah &lt;i style=""&gt;terobosan&lt;/i&gt; baru dalam merevolusi keadan Ummat. Sebagai Agama, Islam sudah harus mempunyai sebuah ide pembaharuan untuk mewujudkan cita-cita yang di harapkan Ummat Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Sebenarnya istilah “kiri” dan “kanan” dalam Islam tidak pernah ada, namun pada tingkat sosial, politik, ekonomi dan negara, kedua istilah ini menjadi semakin kental. Bagi Hanafi, istilah “kiri” atau “kaum kiri” adalah penting untuk menghilangkan Kolonialisme, Ini artinya tidak ada satupun kata Halal untuk paham-paham yang justru akan menghancurkan Islam baik secara langsung maupun tidak. Karena sadar atau tidak bahwa Islam pada saat ini semakin di gerogoti dan di hancurkan sedikit demi sedikit yaitu penjajahan secara Kolonialisme, Imperialisme, dan Kapitalisme.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Dengan demikian Islam Kiri yang dimunculkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasan Hanafi merupakan gagasan yang lebih di latar belakangi oleh kondisi Umat Islam yang sudah jauh tertinggal dari Barat. Di samping itu ide Islam Kiri untuk mengarahkan Umat Islam agar dapat melakukan pembaharuan dalam bidang pemikiran baik sains dan teknologi serta menciptakan cara pandang untuk kemudian bersaing dengan Barat.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-8847086492324324284?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/8847086492324324284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=8847086492324324284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/8847086492324324284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/8847086492324324284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/03/islam-kiri.html' title='Islam Kiri'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-6346093587102482544</id><published>2008-03-18T22:39:00.001-07:00</published><updated>2008-03-18T23:46:05.180-07:00</updated><title type='text'>Budaya Yang Hilang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Sebagai orang asli Tanah ini, sangat kita yakini bahwa betapa kaya dan sejahtera Bangsa yang di berikan oleh Tuhan ini. Secupak Tanah dari surga memberikan beragam jenis keragaman baik dari Budaya maupun bahasa tetapi walaupun berbeda-beda tetap satu jua. Kekayaan Alam bangsa yang tidak pernah punah, memanjakan setiap makhluk yang bermukim dan mengukir khazanah hidup mereka dengan perilaku yang ramah tamah dan baik budi pekertinya. Cerita Hidup ini mungkin hanya akan menjadi sebuah Dongeng tidur Orang Tua kita, karena budaya hari ini entah pergi kemana. Budaya menjadi hal yang Asing dan tertinggal, dan hanya dapat kita saksikan di pentas-pentas budaya to'.&lt;br /&gt;    Teramat mengherankan ketika seorang bocah yang di tanya "kenapa tidak bermain pintak umpet?" dan bocah itu menjawab dengan lantang "gak Gaul sih!!". Dari perilaku yang di biasakan sejak kecil hingga dewasa ini tampaknya akan banyak memberikan racun hilangnya budaya dari tanah air ini. Kita bisa lihat, hanya sebatas permainan bocah dulu sudah dianggap ketinggalan, lalu bagaimana dengan warna-warna budaya Asli kita?. Kemajuan zaman mungkin sudah tidak bisa di bendung dengan banyaknya sains yang di munculkan akhir-akhir ini, tetapi bukan berarti semua yang menjadi catatan dalam kebudayaan ---warisan nenek moyang kita--- kenapa harus di lupakan. Inilah yang menjadi tugas bagaimana kita melestarikan budaya Bangsa yang semakin hilang dimakan rayap-rayap Modernisasi.&lt;br /&gt;    Dalam analisa beberapa kawan-kawan Budayawan [sudah menjadi realita] bahwa dampak semakin hilangnya Budaya ini akibat dari pemerintah yang tidak lagi tanggap dengan unsur-unsur budaya yang kita miliki, dan ironisnya justru Pemerintah terus memberikan hal-hal yang baru dengan alasan agar tidak tertinggal oleh zaman. Sebenarnya, jika kita terlalu memanjakan anak bangsa dengan adanya hal yang baru, justru menjadikan Bangsa dan Negri ini sangat Konsumtif. Makanya Negri ini sangat strategis bagi imperialis asing untuk mengaruk segala yang ada di bumi pertiwi ini, tradisi dan budaya akan di gondol dan di buang oleh mereka sang imperialis.&lt;br /&gt;    Coba kita lihat India, sebagai Negara yang miskin namun masih mampu untuk menghidupi rakyat dan mampu mempertahankan tradisi dan budayanya, hal ini sebenarnya terlihat dari konsistensi India dalam mempertahankan tradisi dan budaya itu sendiri, sehingga sangat mustahil apabila Bangsanya di manjakan dengan hal yang baru karena India dengan tekanan dari pemerintah memberikan kekreatifan tersendiri dalam hal sains misalnya, jadi India tidak perlu mengkonsumsi hal yang baru itu dari luar, toh realitanya India masih sanggup bertahan walaupun pemerintahnya jadi kandang Korupsi. Anehnya kita tidak pernah mau belajar kepada Negri-negri yang bisa mempertahankan tradisi dan budayanya itu. Semoga kita menjadi anak bangsa yang segan dengan tradisi dan budaya bukan malah di cemooh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-6346093587102482544?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/6346093587102482544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=6346093587102482544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6346093587102482544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/6346093587102482544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/03/budaya-yang-hilang.html' title='Budaya Yang Hilang'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-7601057801542738564</id><published>2008-02-25T20:55:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T21:42:02.218-08:00</updated><title type='text'>Kalau Islam jangan Emosi</title><content type='html'>Di balik karikatur Nabi Muhammad adalah sebuah implementasi dari gerakan separatis kafir yang mencoba menarik kembali Emosi Ummat Islam agar mudah untuk di kalahkan. Sejarah telah mencatat bagaimana Islam dengan pasukannya yang gagah berani menumpas para musuh Alloh hanya dalam sekejap. karena itulah separatis kafir baik Yahudian atau nasranian mencoba menyerang kembali Ummat Islam agar mau sujud dan tunduk kepada mereka. kita masih ingat dengan kata-kata yang pernah di ucapkan oleh Presiden Bush ketika akan mengalahkan Iraq katanya; "ini adalah perang salib kedua", ini jelas membuktikan bahwa para musuh Alloh itu mencoba melawan Islam dengan cara apapun. Jika kita melihat dari banyaknya penjajahan Kafir tehadap Negara Islam akhir-akhir ini, tentu tidak salah lagi bahwa Islam mulai di rebut untuk kemudian di jadikan budak para Kafir. Ini seolah akan menguji kembali kekuatan Islam, namun bukanlah solusi terbaik jika kita terus-terusan melawan, bukan karena kita lemah atau karena tidak kuat seperti yang dulu. coba kita analogikan dengan petinju yang apabila terpancing emosi pasti akan mengalami kekalahan yang fatal. oleh karena itu sebaiknya kita sebagai Ummat Islam tidak perlu Emosi dalam menanggapi situasi yang demikaian.&lt;br /&gt;Perjalanan Nabi Muhammad SAW, penuh dengan ajaran yang berarti untuk bekal hidup Ummatnya, tapi kadang kita enggan untuk meniru akhlak yang amat sangat mulia itu. Ketika Nabi hendak ke masjid seringkali Nabi di ludahi mukanya, tapi nabi sendiri tidak pernah marah. Sampai suatu hari Orang tersebut sakit, karena tidak meludahi beliau hari itu, Nabipun menjenguk tanpa berniatan lain kecuali menjenguk orang yang sedang sakit.&lt;br /&gt;Dari Riwayat di atas, begitu mulianya hati Nabi tanpa melawan sedikitpun tapi pada akhirnya nabi menjenguk. hal yang demikian tidak pernah kita coba sebagai Ummat beliau, kita selalu terpancing Emosi dengan tipu daya yang di berikan kepada kita.&lt;br /&gt;Sebagai Ummat Islam kita tidak perlu khawatir dengan berbagai ancaman yang di tujukan kepada Islam karena yakinlah bahwa hanya Alloh lah yang akan menjaga Islam dari kehancurannya. kita tidak perlu menjadi pahlawan atau bahkan menjadi sok pahlawan, yang selalu menjaga Islam paling terdepan. seharusnya kita menjaga Islam dalam sanubari kita sendiri yang kian lama kian punah, dan kita harus menjadi pahlwan dalam diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Semoga Alloh melaknat Orang-orang yang mencela Nabi dan Islam. Amiiin.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-7601057801542738564?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/7601057801542738564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=7601057801542738564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7601057801542738564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/7601057801542738564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/02/kalau-islam-jangan-emosi.html' title='Kalau Islam jangan Emosi'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5165914240307768331.post-613794058967069700</id><published>2008-02-08T06:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T00:58:58.208-08:00</updated><title type='text'>ALIF-LAAM-MIIM</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/R7GfY7y2RWI/AAAAAAAAAA4/yfnde1pe_R4/s1600-h/Img00000.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166085498287310178" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/R7GfY7y2RWI/AAAAAAAAAA4/yfnde1pe_R4/s320/Img00000.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: right; font-style: italic;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menerobos dinding,jalanmu melenting di negeri terlarang,&lt;br /&gt;Dzikir-dzikirmu melayang bergetar&lt;br /&gt;Menyongsong cinta mendadak tandang&lt;br /&gt;Memahami lantunan ayat-ayat dari sunyimu menyeruak gemintang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: right; font-style: italic;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan sajak dunia bersinar dalam kertas Tentang sebuah kekalahan dan berlari adalah cara hidup yang beratKarena tak semua dapat berhenti mengawalinya dengan sebuah harapan lewat sajakTak semua mata menangkap cahayanyaKarena kegelapan memasang jeratnya.Tak lagi banyak gunanya menyelamatkan diri dari kematianKarena semua orang menuju kesana.AIR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;che_roney&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5165914240307768331-613794058967069700?l=penalangit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penalangit.blogspot.com/feeds/613794058967069700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5165914240307768331&amp;postID=613794058967069700' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/613794058967069700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5165914240307768331/posts/default/613794058967069700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penalangit.blogspot.com/2008/02/alif-laam-miim.html' title='ALIF-LAAM-MIIM'/><author><name>Lawang Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02341858417951296915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/Sf_8NDHPQyI/AAAAAAAAAC4/xafAIU5xQWc/S220/DSC00236.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rTXVBZUflSA/R7GfY7y2RWI/AAAAAAAAAA4/yfnde1pe_R4/s72-c/Img00000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
